MODUL
10
KEWIRAUSAHAAN SMK
MENGANALISIS POTENSI PASAR
Penanggung Jawab :
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A
Pengembang dan Penelaah Model :
Dr. H. Ahman, M.Pd.
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Dra. Neti Budiwati, M.Si
Drs. Endang Supardi, M.Si
Drs. Ani Pinayani, M.M
Penulis :
Drs. Ani Pinayani, MM.
Bekerjasama dengan :
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2004
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
KATA PENGANTAR
Dalam modul 10 ini akan diuraikan beberapa hal yang berhubungan
dengan bagaimana merencanakan pengelolaan usaha kecil. Dalam
merencanakan pengelolaan usaha, langkah pertama yang harus
dilakukan oleh seorang wirausaha adalah menganalisis peluang usaha
atau potensi pasar berdasarkan jenis produk/jasa, minat, dan daya beli
konsumen. Wirausaha harus dapat memanfaatkan peluang dan potensi
pasar supaya dapat menjual produk/jasanya. Untuk mengetahui jenis
produk/jasa, minat, dan daya beli konsumen. Anda harus melakukan
penelitian pasar, mencari, dan mengumpulkan informasi yang
berhubungan dengan pasar dan menentukan lokasi usaha yang
strategis sesuai dengan produk/jasa yang yang akan dijual.
Bandung, Nopember 2004
Penyusun,
Modul 10: Menganalisis Potensi Pasar (B1.10 KWU)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………………………………………. ii
Peta Kedudukan Modul ………………………………………………. iii
Glosarium ………………………………………………. iv
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
A. Deskripsi ………………………………………………. 1
B. Prasyarat ………………………………………………. 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul ………………………………………………. 1
D. Tujuan Akhir ………………………………………………. 3
E. Kompetensi ………………………………………………. 4
F. Cek Kemampuan ………………………………………………. 4
BAB II PEMBELAJARAN ………………………………………………. 6
A. Rencana Belajar Siswa ………………………………………………. 6
B. Kegiatan Belajar ………………………………………………. 6
1. Kegiatan Belajar 1 ………………………………………………. 6
2. Kegiatan Belajar 2 ………………………………………………. 13
3. Kegiatan Belajar 3 ………………………………………………. 25
BAB III EVALUASI ………………………………………………. 34
A. Instrumen Penilaian ………………………………………………. 34
B. Kunci Jawaban ………………………………………………. 34
BAB IV PENUTUP ………………………………………………. 36
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………. 37
Modul 10: Menganalisis Potensi Pasar (B1.10 KWU)
ii
Modul 10
MENGANALISIS POTENSI PASAR
Kode Modul : B1.10.KWU
Penulis : Ani Pinayani, Drs., MM.
Peta Kedudukan Modul B1.10.KWU
Kompetensi
A
Kompetensi
B
Kompetensi
C
B1
B2
B3
B1.09.KWU B1.10.KWU B1.11.KWU
C1
Keterangan :
Kompetensi A : Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha
Kompetensi B : Merencanakan pengelolaan usaha kecil
Sub Kompetensi (B1) : Menganalisis peluang usaha
Sub Kompetensi (B2) : Menganalisis aspek-aspek pengelolaan usaha
Sub Kompetensi (B3) : Menyusun proposal usaha
Kompetensi C : Mengelola usaha kecil
: Urutan penggunaan modul
Modul 10: Menganalisis Potensi Pasar (B1.10 KWU)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………………………………………. ii
Peta Kedudukan Modul ………………………………………………. iii
Glosarium ………………………………………………. iv
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
A. Deskripsi ………………………………………………. 1
B. Prasyarat ……………………………………………….
C. Petunjuk Penggunaan Modul ……………………………………………….
D. Tujuan Akhir ……………………………………………….
E. Kompetensi ……………………………………………….
F. Cek Kemampuan ……………………………………………….
BAB II PEMBELAJARAN ……………………………………………….
A. Rencana Belajar Siswa ……………………………………………….
B. Kegiatan Belajar ……………………………………………….
1. Kegiatan Belajar 1 ……………………………………………….
2. Kegiatan Belajar 2 ……………………………………………….
3. Kegiatan Belajar 3 ……………………………………………….
BAB III EVALUASI ……………………………………………….
A. Instrumen Penilaian ……………………………………………….
B. Kunci Jawaban
BAB IV PENUTUP ……………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….
DAFTAR ISI ………………………………………………. ii
Peta Kedudukan Modul ………………………………………………. iii
Glosarium ………………………………………………. iv
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
A. Deskripsi ………………………………………………. 1
B. Prasyarat ……………………………………………….
C. Petunjuk Penggunaan Modul ……………………………………………….
D. Tujuan Akhir ……………………………………………….
E. Kompetensi ……………………………………………….
F. Cek Kemampuan ……………………………………………….
BAB II PEMBELAJARAN ……………………………………………….
A. Rencana Belajar Siswa ……………………………………………….
B. Kegiatan Belajar ……………………………………………….
1. Kegiatan Belajar 1 ……………………………………………….
2. Kegiatan Belajar 2 ……………………………………………….
3. Kegiatan Belajar 3 ……………………………………………….
BAB III EVALUASI ……………………………………………….
A. Instrumen Penilaian ……………………………………………….
B. Kunci Jawaban
BAB IV PENUTUP ……………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….
11
……………………………………………….
MODUL
10
MENGANALISIS
POTENSI PASAR
Ani Pinayani
BAB I PENDAHULUAN
A.
Deskripsi
Dalam modul 10 ini akan diuraikan beberapa hal yang berhubungan
dengan bagaimana merencanakan pengelolaan usaha kecil. Dalam
merencanakan pengelolaan usaha, langkah pertama yang harus
dilakukan oleh seorang wirausaha adalah menganalisis peluang
usaha atau potensi pasar berdasarkan jenis produk/jasa, minat, dan
daya beli konsumen. Wirausaha harus dapat memanfaatkan peluang
dan potensi pasar supaya dapat menjual produk/jasanya. Untuk
mengetahui jenis produk/jasa, minat, dan daya beli konsumen. Anda
harus melakukan penelitian pasar, mencari, dan mengumpulkan
informasi yang berhubungan dengan pasar dan menentukan lokasi
usaha yang strategis sesuai dengan produk/jasa yang yang akan
dijual.
B.
Prasyarat
Sebelum mempelajari modul ini siswa atau peserta diklat telah
memahami beberapa karakteristik wirausaha, mengetahui kiat
mengembangkan kemampuan berkomunikasi, sikap jujur dan
disiplin, sikap kreatif dan inovatif, sikap mandiri, sikap dan perilaku
kerja prestatif, kiat mengembangkan ide, dan meraih peluang. Kiat
mengambil resiko dan tanggung jawab serta mengambil keputusan.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Syarat lainnya, siswa/peserta diklat telah mempunyai wawasan
tentang konsep pasar atau permintaan dan penawaran dalam mata
diklat ekonomi.
C.
Petunjuk penggunaan modul
Agar Anda berhasil menguasai modul ini dengan baik, ikutilah
petunjuk belajar sebagai berikut.
1. Rambu-rambu belajar bagi siswa /peserta diklat, antara lain :
a.
Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai
Anda memahami betul apa, untuk apa, dan bagaimana
mempelajari modul ini.
b. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata-kata kunci
dan kata-kata yang Anda anggap baru. Kemudian cari dan baca
pengertian kata-kata kunci dalam daftar kata-kata sulit modul ini
atau dalam kamus manajemen dan ekonomi yang ada.
c.
Amati lingkungan sekitar Anda, produk/jasa apa yang sudah ada
dan produk/jasa yang masih langka, bagaimana keadaan minat
dan daya beli konsumen.
d. Untuk mendapat sertifikasi, Anda harus diuji tingkat kemampuan
menganalisis potensi pasar dengan alat tes khusus.
e.
Setelah mempelajari modul ini, siswa/peserta diklat dapat
memanfaatkan potensi pasar secara kreatif dan inovatif,
mengetahui peluang dan resiko usaha.
2. Peran guru dalam penggunaan modul ini, antara lain :
Modul ini dirancang untuk membantu siswa/ peserta diklat dalam
proses belajar dari mulai merancang, menjelaskan, mengorganisir,
membimbing, mengarahkan, membantu, sampai dengan
mengevaluasi hasil belajar siswa/ peserta diklat. Oleh karena itu
peran Saudara sebagai guru adalah
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
a.
Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai
Anda memahami betul apa, untuk apa, dan bagimana
mempelajari modul ini.
b. Membantu siswa/peserta diklat dalam merencanakan proses
belajar.
c.
Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang
dijelaskan dalam tahap belajar modul ini.
d. Membantu siswa/peserta diklat dalam memahami konsep, praktik
baru kewirausahaan, dan menjawab pertanyaan/kendala proses
belajar siswa/ peserta diklat.
e.
Membantu siswa/peserta diklat untuk menentukan dan
mengakses sumber informasi lain yang diperlukan untuk belajar.
f.
Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok untuk berdiskusi.
g. Merancang pendamping guru atau praktisi lain, jika diperlukan.
h. Mencatat pencapaian kemajuan belajar siswa/peserta diklat.
i.
Melaksanakan penilaian/evaluasi.
j.
Menjelaskan kepada siswa mengenai bagian yang perlu untuk
didiskusikan dengan teman-temannya dan merundingkan
rencana pembelajaran selanjutnya.
D.
Tujuan Akhir
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar dalam modul ini, siswa atau
peserta diklat diharapkan :
1. Siswa Memiliki Kinerja
a.
Dapat menganalisis potensi pasar dan dapat
mempraktekannya dalam dunia usaha yang sebenarnya
melalui penelitian pasar.
b. Memiliki kemampuan mencari dan mengumpulkan informasi
yang berhubungan dengan pasar.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
c. Menentukan letak lokasi usaha yang strategis.
2. Kriteria Kinerja
a.
Kriteria kinerja menganalisis potensi pasar diidentifikasi
berdasarkan kemampuan siswa dalam mengenali jenis
produk/jasa, minat, dan daya beli konsumen.
b. Pemanfaatan dan pengetahuan tentang peluang dan risiko
usaha diidentifikasi berdasarkan besarnya peluang dengan
meningkatkan nilai tambah produk/jasa serta memperkecil
risiko usaha.
3.
Kondisi/variabel yang diperlukan
a.
Untuk mendukung siswa dalam menganalisis potensi pasar
berdasarkan jenis produk/jasa, minat dan daya beli
konsumen. Siswa perlu diperkenalkan ke dunia usaha dalam
bentuk kunjungan lapangan kepada wirausaha yang sukses.
b. Amati produk/jasa apa yang sudah ada, masih langka, belum
ada atau produk/jasa baru yang sangat diperlukan
konsumen! Kenalilah kecenderungan minat dan daya beli
konsumen.
E.
Kompetensi
Kompetensi utama modul ini adalah merencanakan pengelolaan
usaha kecil. Sedangkan, subkompetensinya adalah menganalisis
peluang usaha atau potensi pasar. Kriteria kinerjanya menganalisis
peluang usaha berdasarkan jenis produk/jasa, minat, dan daya beli
konsumen, pemanfaatan peluang berusaha secara kreatif dan
inovatif.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
F.
Cek kemampuan
Untuk mengecek kemampuan anda, anda harus dapat menjawab
pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan Peluang Pasar ?
2. Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk menganaliais
peluang pasar ?
3. Coba
jelaskan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam
melakukan penelitian pasar ?
4. Sebutkan
dan jelaskan faktor-faktor yang dapat Anda
pertimbangkan dalam memilih dan menentukan lokasi usaha ?
G.
Glosarium
1. Tujuan Penelitian pasar menyediakan data dan informasi pasar yang
dibutuhkan wirausaha untuk mengurangi resiko, mengurangi
persoalan dan masalah potensial pada usaha anda saat ini,
mengenal peluang pasar yang baru, memperoleh informasi, dan
fakta tentang usaha untuk dimanfaatkan dalam membuat keputusan
serta rencana tindak yang lebih nyata.
2. Penelitian pasar adalah suatu proses sistematis yang dilakukan
untuk mengumpulkan data, mencatat, mengolah, dan menganalisis
data/informasi yang berkaitan dengan pemasaran produk/jasa.
3. Penelitian pasar adalah suatu proses sistematis yang dilakukan
untuk mengumpulkan data, mencatat, mengolah, dan menganalisis
data/informasi yang berkaitan dengan pemasaran produk/jasa.
4. letak lokasi usaha akan berhubungan dengan masalah efisiensi
transportasi, sifat bahan baku atau sifat produknya, dan
kemudahannya mencapai konsumen.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
BAB II PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa
Dalam mempelajari modul ini dapat dilakukan dengan rincian kegiatan
sebagai berikut :
Jenis kegiatan Waktu/
Tanggal
Tempat
Kegiatan
Alasan perubahan Disetujui
guru
1. Mengkaji secara mandiri 2 x 45 mnt Sekolah
2. Berdiskusi dengan teman 2 x 45 mnt Sekolah
3. Latihan dan mengungkap
contoh
3 x 45 mnt Sekolah
dan
Lapangan
5. Pengamatan lapangan 3 x 45 mnt Lapangan
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan Pembelajaran 1
Siswa atau peserta diklat dapat memahami pengertian peluang usaha
atau potensi pasar, menentukan langkah-langkah analisis peluang
pasar, dan cara menilai peluang pasar.
b. Uraian materi 1
PELUANG PASAR
Salah satu faktor yang perlu dianalisis oleh setiap wirausaha atau
calon pengusaha adalah kemampuannya untuk mengetahui peluang
atau potensi pasar. Apabila Anda sebagai wirausaha kurang mampu
dalam menganalisis potensi pasar, maka kemungkinan besar potensi
yang ada akan dimanfaatkan pihak pesaing atau wirausaha yang
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
lain. Sehingga kegiatan usaha yang dijalankan akan banyak
mengalami hambatan atau bahkan kurang berhasil dalam
menjalankan fungsi usahanya.
1) Pengertian Peluang Pasar
Sebenarnya istilah peluang pasar lebih ditujukan untuk
perusahaan atau usaha kecil yang sudah berdiri dan bergerak dalam
bidang usaha tertentu. Tetapi, bagaimanakah dengan usaha Anda
yang baru mulai ? Peluang selalu berada dalam suatu lingkungan
oleh karena itu, Anda harus selalu berusaha memperolehnya dengan
cara :
? Peluang harus terus dicari, dipertahankan, dan diperluas.
? Dengan bantuan para ahli atau konsultan usaha, bila perlu Anda
mengeluarkan biaya untuk memperoleh informasi yang baik.
Peluang pasar dapat dianalisis melalui pendekatan permintaan
dan penawaran yaitu
a) Pendekatan Permintaan
Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan
manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau
kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya,
masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk
belanja pakaian. Artinya, golongan masyarakat tersebut
membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak
dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi
harganya terlalu mahal. Jadi, di desa ini terdapat peluang usaha
untuk menyediakan pakaian kebutuhan masyarakat desa.
Melalui pendekatan permintaan Anda dapat mengetahui jumlah
permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi :
a. Sasaran pembeli/konsumen
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
b. Jumlah konsumen
c. Jumlah klebutuhan
d. Total kebutuhan pertahun
Kemudian dengan data-data tersebut Anda dapat membuat proyeksi
permintaan selama 4 tahun mendatang.
Tahun Proyeksi Permintaan (dalam unit)
2005
2006
2007
2008
b) Pendekatan Penawaran
Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha
dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa
atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari
adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya.
Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas
yang bersaing. Dengan kualitas genteng yang bersaing tersebut, lalu
apakah berarti para calon konsumen, developer, pemborong
pembangunan rumah dan sebagainya kira-kira berminat membeli,
sebab harga genteng produksi wirausaha ternyata lebih mahal
dibandingkan genteng dengan kualitas yang sama di pasaran saat
ini. Apakah konsumen mempunyai daya beli berminat untuk
membeli genteng yang lebih mahal dengan kualitas sama atau
membeli genteng yang harganya sama dengan kualitas yang baik.
Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat
mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa
yang sama.
Nama Pesaing Kapasitas Produksi/Tahun
1. ……………….
2. ……………….
Total Penawaran
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
2) Langkah-Langkah Menganalisis Peluang Pasar
Untuk melihat peluang pasar, maka langkah yang harus Anda
lakukan adalah mengamati konsumen untuk mengetahui beberapa
hal, yaitu
a) Produk/jasa apa yang paling dibutuhkan oleh konsumen ?
b) Berapa banyaknya produk/jasa yang dibutuhkan ?
c) Kualitas produk/jasa mana yang paling tepat ?
d) Berapa banyaknya produk/jasa dari tiap-tiap kualitas yang ada ?
Langkah-langkah yang harus Anda perhatikan untuk menentukan
ada atau tidak adanya peluang pasar adalah sebagai berikut.
a) Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh
masyarakat sekitarnya. Misalnya, kebutuhan rutin sehari-hari
yang paling sering diperlukan (seperti sabun mandi, shampo,
pasta gigi, sabun cuci atau sembako). Kebutuhan yang sifatnya
musiman (seperti baju untuk Idul Fitri, Natal atau hari besar
lainnya), Kebutuhan sapi atau kambing untuk Idul Adha.
Kebutuhan payung, jaket atau jas hujan pada waktu musim
hujan dan pemenuhan kebutuhan lainnya.
b) Kapan saja konsumen membutuhkan produk, apakah setiap saat
atau sering dibutuhkan, kadang-kadang dibutuhkan atau jarang
dibutuhkan.
c) Perhatikan karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin,
umur, pekerjaan maupun pendidikan. Karakteristik ini sangat
penting untuk menentukan jenis barang apa yang paling cocok
dengan kebutuhan konsumen. Misalnya, apabila konsumennya
laki-laki, maka kebutuhan laki-laki yang harus banyak disediakan.
Apabila kebanyakan konsumennya petani, maka sediakan alatalat
pertanian atau pupuk. Apabila konsumennya sebagian besar
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
pelajar atau mahasiswa, maka sediakan alat-alat tulis, buku, foto
copy atau rental komputer/warnet.
d) Bagaimana daya beli (kemampuan bayar) konsumen, apakah
termasuk konsumen yang mempunyai pendapatan tinggi atau
rendah. Misalnya, untuk masyarakat/konsumen yang
berpendapatan rendah, maka produk yang disediakan harus
dengan kualitas dan harga yang terjangkau oleh tingkat
konsumen tersebut. Sedangkan, untuk konsumen yang
berpendapatan tinggi dapat disediakan produk dengan kualitas
dan harga sesuai dengan tingkat pendapatannya.
e) Perhatikan, apakah di pasar ada pesaing atau tidak. Apabila ada
pesaing, peluang pasar apa yang belum digarap oleh pesaing.
Bagi usaha baru dan kecil lebih baik menggarap niche market.
3) Menilai Peluang Pasar
Suatu hal yang dapat membantu Anda dalam menilai peluang
pasar adalah informasi. Informasi yang lengkap dan akurat dapat
membantu Anda dalam pengambilan keputusan, adalah :
a) menemukan pasar yang menguntungkan.
b) memilih produk atau jasa yang dapat dijual.
c) menentukan perubahan dalam perilaku konsumen.
d) meningkatkan teknik-teknik pemasaran.
e) merencanakan sasaran yang realistik.
f) meramalkan untuk masa yang akan datang.
Wirausaha kadang-kadang membuat kesalahan dalam usahanya
karena sering mengambil keputusan berdasarkan perasaan dan
pendapatnya sendiri. Sebagai seorang wirausaha, Anda harus dapat
mengambil keputusan berdasarkan atas informasi terbaik yang
dikumpulkan. Informasi pasar akan membantu untuk menemukan
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
pasar baru yang dapat dimasuki dan menemukan pelanggan baru
dalam pasar yang ada sekarang serta mengetahui produk-produk
baru yang mempunyai potensi untuk dikembangkan pada masa yang
akan datang.
Karena peluang pasar
yang cukup besar, maka
usaha restoran dan café
merupakan jenis usaha
yang banyak dilirik para
wirausaha.
Melalui informasi pasar Anda harus dapat mengetahui alasan
dari kesuksesan atau kegagalan usaha yang ada sekarang. Oleh
karena itu, mengumpulkan informasi pasar untuk menemukan
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut akan dapat membantu
seorang wirausaha menjadi lebih berhasil.
a) Produk/jasa apa yang merupakan kebutuhan sekarang dan
potensial dari pelanggan/calon pelanggan Anda ?
b) Pasar-pasar tambahan mana yang dapat dimasuki wirausaha
yang baru ?
c) Karakteristik khusus apa yang dapat Anda diamati dari pelanggan
?
Misalnya jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendapatan, status
sosial, letak tempat tinggal dll.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
11
d) Apakah produk/jasa anda mempunyai keunikan/keistimewaan
dibandingkan dengan produk/jasa serupa yang dibuat oleh orang
lain/pesaing ?
Dengan memperhatikan hal tersebut di atas, wirausaha dapat
belajar banyak tentang pelanggan mengenai bagaimana mereka
berpakaian ? Berapa umurnya ? Bagaimana status pernikahan
mereka ? Berapa yang mempunyai anak ? Apa hobi mereka ?
Bagaimana tingkat status sosial mereka ? Serta apa kebudayaan
mereka ? Pertanyaan-pernyataan ini dapat meningkatkan kepekaan
wirausaha tentang pelanggan mereka. Simpanlah catatan itu selama
seminggu dan dari kunci-kunci yang sederhana ini, pelajarilah apa
yang akan dapat anda ketahui tentang pelanggan anda!
Informasi pasar juga merupakan seni, karena berkaitan dengan
sikap orang yang selalu berubah-ubah. Dengan cara mengumpulkan
data pemasaran secara teratur dan obyektif, anda akan mampu
mengetahui lebih banyak dan lebih baik tentang pasar-pasar anda.
Bagaimanapun besar atau kecinya usaha anda, tetap ada kebutuhan
untuk menentukan sikap, pendapatan dan kepercayaan dari
pelanggan anda.
Selain itu, informasi pasar juga menyediakan data yang
dibutuhkan pada waktunya untuk :
a) Mengurangi risiko usaha.
b) Mengurangi persoalan dan masalah potensial pada usaha anda
saat ini.
c) Mengenal peluang pasar yang baru.
d) Memperoleh informasi dan fakta tentang usaha untuk
dimanfaatkan dalam membuat keputusan dan rencana tindak
yang lebih realistis.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Secara garis besar langkah-langkah yang dapat ditempuh oleh
seorang wirausaha dalam merencanakan pengelolaan usaha dapat
dilihat pada Gambar 10.1.
Gambar 10.1 : Merencanakan suatu Usaha
Sumber :
Bernt Adelstat dan Nurhayat Indra (Ed), 1993, Pengembangan Bisnis Koperasi, Manual Pelatih, Jakarta,
Kerjasama PUSLATKOP & PK Depkop dan PPK RI dengan ILO CO- OPERATIVE PROJECT.
Ide usaha
Ada Ide Usaha Belum ada ide
usaha
Mencari Informasi
Sumber Informasi :
Pakai Biaya
? Para ahli
? Buku
? Media cetak koran/majalah
? Media elektronik : TV, internet
? Badan Pusat Statistik (BPS)
Tanpa Biaya
? Keluarga
? Teman/rekan kerja
? Tetangga
? Mengamati usaha orang lain
? Perpustakaan
Pembentukan Ide
Usaha
Penyusunan Konsep
Kegiatan
Pelaksanaan Usaha
Pra Studi Kelayakan
Ide Usaha
c. Rangkuman 1
1) Peluang pasar dapat dianalisis melalui pendekatan permintaan dan
penawaran. Pendekatan permintaan menekankan pada kebutuhan
manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau
kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan.
Sedangkan, pendekatan penawaran berawal dari kemampuan
wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan
pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah
mulai mencari, adakah pasarnya atau orang-orang yang
membutuhkannya.
2) Langkah-langkah untuk menentukan ada atau tidak adanya peluang
pasar adalah
a) Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh
masyarakat sekitarnya.
b) Kapan saja konsumen membutuhkan produk, apakah setiap saat
atau sering dibutuhkan, kadang-kadang dibutuhkan atau jarang
dibutuhkan.
c) Perhatikan karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin,
umur, pekerjaan maupun pendidikan. Karakteristik ini sangat
penting untuk menentukan jenis barang apa yang paling cocok
dengan kebutuhan konsumen.
d) Bagaimana daya beli (kemampuan bayar) konsumen, apakah
termasuk konsumen yang mempunyai pendapatan tinggi atau
rendah.
e) Perhatikan apakah di pasar ada pesaing atau tidak. Apabila ada
pesaing, peluang pasar apa yang belum digarap oleh pesaing.
Bagi usaha baru dan kecil lebih baik menggarap niche market.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
3) Suatu hal yang dapat membantu dalam menilai peluang pasar adalah
informasi. Informasi yang lengkap dan akurat dapat membantu
dalam pengambilan keputusan sebagai berikut :
a) Menemukan pasar yang menguntungkan.
b) Memilih produk atau jasa yang dapat dijual.
c) Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen.
d) Meningkatkan teknik-teknik pemasaran.
e) Merencanakan sasaran yang realistik.
f) Meramalkan untuk masa yang akan datang.
d. Tugas
Coba amati dan laporkan kegiatan-kegiatan di pasar tradisional dengan
supermarket atau swalayan di kota Anda.
e. Evaluasi
A.
Instrumen Penilaian
1. Jelaskan masalah peluang pasar dengan menggunakan pendekatan
permintaan dan penawaran ?
2. Langkah-langkah apa yang harus Anda lakukan untuk mengetahui
ada tidaknya peluang pasar ?
3.
Suatu hal yang dapat membantu dalam menilai peluang pasar
adalah informasi. Informasi apa yang dapat membantu Anda dalam
pengambilan keputusan ?
B. Kunci Jwaban
1. Pendekatan permintaan menekankan pada kebutuhan manusia yang
sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan
sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Sedangkan,
pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam
membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari, adakah
pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya.
2. Langkah-langkah untuk menentukan ada atau tidaknya peluang
pasar adalah
a) Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh
masyarakat sekitarnya.
b) Kapan saja konsumen membutuhkan produk, apakah setiap saat
atau sering dibutuhkan, kadang-kadang dibutuhkan atau jarang
dibutuhkan.
c) Perhatikan karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin,
umur, pekerjaan maupun pendidikan. Karakteristik ini sangat
penting untuk menentukan jenis barang apa yang paling cocok
dengan kebutuhan konsumen.
d) Bagaimana daya beli (kemampuan bayar) konsumen, apakah
termasuk konsumen yang mempunyai pendapatan tinggi atau
rendah.
e) Perhatikan apakah di pasar ada pesaing atau tidak. Apabila ada
pesaing, maka peluang pasar apa yang belum digarap oleh
pesaing. Bagi usaha baru dan kecil lebih baik menggarap niche
market.
3. Informasi yang lengkap dan akurat dapat membantu
dalam
pengambilan keputusan, yaitu
a.
Menemukan pasar yang menguntungkan.
b. Memilih produk atau jasa yang dapat dijual.
c.
Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen.
d. Meningkatkan teknik-teknik pemasaran.
e.
Merencanakan sasaran yang realistik.
f.
Meramalkan untuk masa yang akan datang.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban modul ini. Hitunglah
jawaban Anda yang benar, tiap nomor jawaban diberi skor 10
sehingga jumlah skor keseluruhan 100. Kemudian, gunakan rumus
di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi kegiatan belajar pada modul ini.
Jumlah Skor Jawaban Anda
Tingkat Penguasaan = x 100 %
100
Arti tingkat pemahaman Anda
90 % - 100 % = Amat Baik dan Sangat Berhasil
80 % - 89 % = Baik dan Berhasil
70 % - 79 % = Kurang Berhasil
< 69% = Tidak Berhasil
Tingkat kelulusan bisa dicapai, bila Anda bisa menjawab 80% dari
soal-saol di atas. Apabila kurang dari standar di atas, Anda dianggap
tidak lulus.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
2. Kegiatan Belajar 2
a.
Tujuan Pembelajaran 2
Siswa atau peserta diklat dapat menganalisis peluang usaha atau
potensi pasar melalui kegiatan penelitian pasar.
b. Uraian Materi 2
PENELITIAN PASAR
Penelitian pasar adalah suatu proses sistematis yang dilakukan
untuk mengumpulkan data, mencatat, mengolah, dan menganalisis
data/informasi yang berkaitan dengan pemasaran produk/jasa.
Penelitian pasar dilakukan, seperti prosedur proses penelitian ilmiah
lainya, yaitu mulai mengumpulkan data, mengolah data,
menganalisis, dan menarik kesimpulan.
Tujuan penelitian pasar adalah mengumpulkan informasi untuk
pengambilan keputusan. Wirausaha selalu membutuhkan informasi
dan pengetahuan tentang pasar mereka. Penelitian pasar dapat
membuat keputusan pemasaran yang lebih baik. Penelitian pasar
dapat membantu kita untuk menemukan pasar yang
menguntungkan, memilih produk yang dapat dijual, menentukan
perubahan dalam perilaku konsumen, meningkatkan teknik-teknik
pemasaran, dan merencanakan sasaran-sasaran yang realistis.
Perusahaan yang sudah besar mungkin dapat mengangkat
tenaga ahli pemasaran untuk melakukan penelitian pasar atau
menyewa konsultan penelitian pasar. Tetapi, untuk usaha
perorangan yang masih relatif kecil, wirausaha mungkin tidak dapat
menggaji seorang ahli pemasaran. Meskipun demikian, wirausaha
tetap harus dapat mengetahui pelanggan dan mampu mempelajari
apa yang disukai dan tidak disukai serta pola konsumsi mereka yang
selalu berubah-ubah.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Penelitian pasar menyediakan data dan informasi pasar yang
dibutuhkan wirausaha untuk mengurangi resiko, mengurangi
persoalan dan masalah potensial pada usaha anda saat ini,
mengenal peluang pasar yang baru, memperoleh informasi, dan
fakta tentang usaha untuk dimanfaatkan dalam membuat keputusan
serta rencana tindak yang lebih nyata.
Melakukan Penelitian Pasar
Dalam kegiatan rutin sehari-hari, sadar atau tidak mungkin Anda
sering atau pernah terlibat dalam penelitian pasar. Misalnya,
sebelum Anda membeli suatu barang, Anda keliling ke toko/pasar
swalayan untuk membandingkan barang yang akan Anda beli
dengan harga yang paling murah, kualitas yang paling baik dan
model yang bagus. Sebagai seorang wirausaha, Anda mungkin akan
memeriksa barang yang dikembalikan, untuk mengetahui alasannya
mengapa barang dikembalikan pelanggan. Anda mungkin
menanyakan kepada pelanggan lama, mengapa mereka berhenti
membeli dari toko Anda. Anda mungkin mempelajari iklan dari
koran, majalah atau televisi, untuk mengetahui bagaimana mereka
menjual produk.
Dari kegiatan-kegiatan tersebut di atas, sebenarnya Anda telah
melakukan peneiitian. Penelitian pasar hanya membuat proses
kegiatan tersebut menjadi lebih sistematis. Melalui penelitian pasar,
Anda dapat membuat suatu kerangka yang memungkinkan Anda
menilai arti informasi tentang pasar secara obyektif. Langkahlangkah
dalam melakukan penelitian pasar adalah sebagai berikut :
? Merumuskan masalah
? Melakukan penelitian pendahuluan
? Merencanakan penelitian
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
? Menggunakan sumber daya Anda sendiri atau dari luar
? Mengolah dan menafsirkan data
? Membuat kesimpulan atau keputusan
? Menerapkan keputusan dan mengkaji ulang keputusan Anda.
1) Merumuskan Masalah
Anda harus dapat mengidentifikasikan permasalahan umum
secara jelas dulu, sebelum menentukan masalah pemasaran yang
khusus ditentukan, merumuskan pertanyaan riset, dan menentukan
tipe-tipe pemecahan secara umum. Sebelum melaksanakan sebuah
riset, Anda haruslah mengetahui pertanyaan-pertanyaan apa yang
harus diajukan. Setelah merumuskan problem utama Anda, cobalah
mengenali semua faktor-faktor yang mungkin telah menyebabkan
atau mempengaruhi problem itu.
2) Melakukan Penelitian Pendahuluan
Sebuah penelitian pendahuluan akan membantu Anda untuk
merumuskan persoalan Anda. Anda dapat juga mengembangkan
dan mentes pemecahan-pemecahan sementara. Pengkajian
selanjutnya, mungkin dapat mengidentifikasikan pemecahan
potensial lainnya. Pada fase ini, tentukanlah apakah diperlukan riset
selanjutnya dan apakah hasil-hasil yang potensial sesuai dengan
waktu, biaya, dan usaha yang dikeluarkan.
3) Merencanakan Penelitian
Menjelang Anda mulai perencanaan riset tersebut, Anda harus sudah
mempunyai pemahaman yang baik atas persoalannya dan fakta
yang berpengaruh, yang dapat diperoleh. Problem serta fakta yang
berkaitan, akan membantu anda menentukan teknik-teknik yang
digunakan untuk mengumpulkan data meliputi daftar pertanyaan
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
survai, teknik kuantitatif khusus, dan pengukuran pasar. Pelbagai
jenis riset pasar mencakup analisis statistik, analisis penjualan,
survai, riset observasi, dan riset eksperimental.
4) Menggunakan Sumber Daya Anda Sendiri atau Dari Luar
Sebelum mempertimbangkan sebuah riset pasar, perhatikan dulu
informasi yang tersedia bagi Anda. Catatan dan files mengenai
pelanggan akan sangat menolong. Pelajarilah catatan penjualan,
penerimaan, daftar keluhan dan catatan kumulatif lainnya.
Informasi ini dapat membantu dalam mengetahui di mana
pelanggan tinggal dan bekerja, pola konsumsi mereka, apa yang
mereka beli, bagaimana mereka membeli, kapan mereka membeli
dan di mana mereka membeli. Memelihara hubungan yang baik
dengan pelanggan (pasar) Anda akan membantu anda dalam
menentukan kebutuhan pelanggan Anda yang berubah-ubah. Biaya
untuk semua informasi ini tidak besar atau sama sekali tanpa biaya
dan dapat sangat berguna bagi Anda.
Karyawan Anda mungkin juga mempunyai informasi berharga
tentang sikap-sikap dan pendapat-pendapat pelanggan Anda.
Usahakan agar para karyawan Anda menyimpan catatan tertulis
keluhan pelanggan, yang kehabisan persediaan, barang-barang yang
diminta pelanggan, dan komentar oleh pelanggan atas pelayanan
Anda. Berbicara dengan karyawan Anda tentang hubungan mereka
sehari-hari dengan pelanggan dapat memberikan kepada Anda
perspektif yang berbeda tentang prosedur pemasaran.
5) Sumber Daya Dari Luar
Sekali Anda telah memperoleh keterangan-keterangan dari sumbersumber
di dalam organisasi Anda, mungkin Anda akan memerlukan
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
sumber-sumber di luar usaha Anda. Terdapat sejumlah terbitan
mengenai penelitian pasar, termasuk artikel, publikasi survei,
majalah, laporan dan buku, yang semuanya dinamakan “rujukan tak
langsung”. Rujukan tak langsung dapat diperoleh dari perpustakaan,
badan-badan pemerintah, lembaga pendidikan, penjual buku, dan
penerbit.
Informasi yang dikumpulkan dari rujukan tak langsung seharusnya
dapat membantu dalam mengorganisasi proyek penelitian pasar
yang sesungguhnya. Proyek ini dapat menghasilkan riset langsung,
yang bentuknya sederhana seperti memberikan kuesioner pada
semua pelanggan yang datang ke tempat Anda dan kemudian
meringkaskan hasil-hasilnya. Pengkajian secara canggih dapat
dirancangkan dan dilaksanakan oleh organisasai riset, namun
biayanya mungkin akan tinggi.
6) Mengolah dan Menafsirkan Data
Meskipun mengumpulkan data adalah sebagian dari kegiatan riset
pasar Anda, pemecahan yang efektif atas suatu persoalan
pemasaran ditentukan oleh penafsiran datanya. Penting mengetahui
arti datang, dan bagaimana data itu dapat dipakai untuk membuat
keputusan yang dilandasi oleh adanya informasi.
7) Membuat Kesimpulan atau Keputusan
Keputusan Anda dipengaruhi oleh penafsiran Anda, namun
memperhitungkan semua faktor tanpa wujud dan pendapat Anda
tentang pengkajian riset tergantung pada Anda. Jika perasaan Anda
sesuai dengan penafsiran data, Anda akan lebih yakin akan
keputusan Anda. Jika pendapat Anda berbeda dari penafsiran data,
maka diperlukan analisis lebih lanjut.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Penelitian pasar dapat
dilakukan melalui
data-data yang dapat
Di akses dari internet
Atau diolah
menggunakan
komputer
r dapat
dilakukan melalui
data-data yang dapat
Di akses dari internet
Atau diolah
menggunakan
komputer
8) Menerapkan Keputusan dan Mengkaji Ulang Keputusan
Anda
Langkah terakhir dalam melaksanakan sebuah riset pasar adalah
menerapkan keputusan Anda dan meninjau hasilnya. Hanya dengan
cara inilah, Anda dapat secara tepat menentukan hasil keputusan
Anda. Sebagai akibat dari keputusan Anda, mungkin Anda harus
melaksanakan pengkajian selanjutnya. Data penilaian Anda dapat
digunakan untuk melaksanakan pengkajian pemasaran yang lain.
Dalam penelaahan riset pasar, mungkin anda ingin menanyakan
pertanyaan berikut pada diri Anda sendiri :
? Apakah sasaran-sasaran bisnis Saya ?
? Bagaimana gambaran pelanggan Saya ?
? Bagaimana pandangan pelanggan saya tentang bisnis Saya ?
? Bagaimana pandangan saya tentang pesaing Saya ?
? Bagaimanakah strategi produk Saya ?
? Bagaimana strategi harga Saya ?
? Bagaimana strategi promosi Saya ?
? Apakah lokasi bisnis saya dapat dibenarkan dalam rangka
melayani pelanggan Saya ?
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Salah satu keputusan yang penting terdapat dalam pemilihan
barang-barang dan jasa-jasa yang akan dijual. Usaha kecil dimulai
karena adanya suatu kebutuhan yang terpenuhi.
Lakukanlah penelitian pasar supaya anda dapat melihat dan memilih potensi
usaha apa (produk/jasa) yang sangat penting bagi konsumen, untuk
mengetahui kebutuhan riil konsumen yang dapat dikembangkan dengan
mudah dan mengetahui daya beli konsumen !
Untuk menganalisis potensi pasar, wirausaha terlebih dahulu
harus melakukan penelitian pasar. Berdasarkan analisis dan ramalan
potensi pasar tersebut dapat diketahui apakah usaha yang akan
dirintis atau dikembangkan memiliki potensi pasar yang yang
memadai atau tidak.
Dalam analisis pasar, biasanya ada beberapa komponen yang
harus dianalisis dan dicermati (Suryana, 2003:145), diantaranya
seperti di bawah ini.
a. Kebutuhan dan Keinginan Konsumen
Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan
konsumen ? Berapa banyak yang mereka butuhkan ? Bagaimana
daya beli mereka ? Kapan mereka membutuhkan ? Jika
kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan
memungkinkan terpenuhi berarti peluang pasar bisnis kita
terbuka dan layak bila dilihat dari kebutuhan/keinginan
konsumen.
b. Segmentasi pasar
Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi, misalnya
berdasarkan geografi, demografi, dan sosial budaya. Jika
segmentasi pasar teridentifikasi, maka pasar sasaran akan dapat
terwujud dan tercapai.
c. Target
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Target pasar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat
diraih. Berapa target yang ingin dicapai ? Apakah konsumen loyal
terhadap bisnis kita ? Sangat tergantung pada nilai produk dan
jasa yang dipasarkan apakah memberi kepuasan atau tidak. Jika
loyal, maka potensi pasar tinggi.
d. Nilai tambah
Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada
setiap rantai pemasaran mulai dari pemasok, agen, sampai pada
konsumen akhir. Nilai tambah barang dan jasa biasanya diukur
dengan harga. Misalnya, berapa harga dari pabrik pemasok,
berapa harga setelah di agen, dan berapa harga setelah ke
konsumen. Dengan mengetahui nilai tambah setiap rantai
pemasaran, maka nilai tambah bisnis akan dapat diketahui tinggi
atau rendah.
e.
Masa hidup produk
Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan
lama atau tidak. Apakah ukuran lama masa produk lebih dari
waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba sampai modal
kembali atau tidak ? jika masa produk lebih lama berarti potensi
pasar tinggi. Harus dianalisis juga, apakah produk industri baru
atau industri lama yang sudah mapan atau produk industri yang
sedang menurun. Jika produk industri baru sedang tumbuh,
maka potensi pasar tinggi.
f.
Struktur pasar
Harus dianalisis apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan
termasuk pasar persaingan sempurna atau pasar persaingan
tidak sempurna (monopoli, oligopoli atau persaingan
monoplistik). Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi,
dibandingkan bila produk termasuk pasar persaingan sempurna.
g. Persaingan dan strategi pesaing
Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah.
Jika persaingan tinggi, berarti peluang pasar rendah. Wirausaha
harus membandingkan keunggulan pesaing, dilihat dari strategi
produk, strategi harga, strategi jaringan distribusi, dan strategi
promosi. Apakah lebih unggul ? Bagaimana tingkat teknologinya
? Jika pesaing lebih unggul, berarti bisnis yang akan dirintis atau
dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Untuk
memenangkan persaingan, tentu saja bisnis tersebut harus lebih
unggul daripada pesaing.
h. Ukuran pasar
Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. Jika volume
penjualan tinggi berarti pasar potensial. Misalnya, untuk volume
penjualan usaha skala kecil sebesar Rp 5 miliar per tahun atau
sebesar Rp 10 juta per hari, berarti ukuran pasar cukup besar.
i.
Pertumbuhan pasar
Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume
penjualan. Jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya, lebih dari
20%), berarti potensi pasar tinggi.
j.
Laba kotor
Apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah ? Jika
profit margin kotor lebih dari 20 persen, berarti pasar potensial.
k.
Pangsa pasar
Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa
yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
Jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat bahkan setelah
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
lima tahun mencapai 40%, berarti bisnis yang akan dilakukan
atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi.
Untuk menganalisis pasar wirausaha dapat mengidentifikasi
beberapa komponen pada tabel sebagai berikut :
Rencana Penjualan/Pangsa Pasar
Tahun
(1)
Permintaan
(2)
Penawaran
(3)
Peluang Pasar
(4)
(2) – (3)
Rencana Penjualan
(5)
Pangsa Pasar
(6)
(5)/(4) x 100%
2005
2006
2007
2008
2009
TEROBOS PASAR DUNIA DENGAN KAUS
Cerita soal kesuksesan mendobrak pasar, kepiawaian PT Caladi Lima Sembilan
(C59) yang berjaya di Eropa Timur mungkin bisa disimak dan menjadi cermin kiat
menerobos pasar dunia.
Keputusan produsen kaus dari Bandung untuk memperluas pasar ekspor itu,
antara lain dipicu oleh persaingan pasar lokal yang sesak serta peluang ekspor yang
menganga. Bahkan di beberapa negara, pemain kaus tidak terlalu banyak, apalagi
jarak kaus merek top dengan merek kedua sangat jauh sehingga bisa diisi oleh C59.
Oleh Karena itu, C59 begitu gencar menggarap ekspor sejak tahun 2000.
Sebelumnya, C59 bukan tidak pernah punya pengalaman dalam urusan ekspor
kaus oblong ini. Namun, selama ini C59 hanya memasok kaus kepada pembeli di luar
negeri yang kemudian menjual lagi dengan merek lain. Pembeli semacam ini biasanya
adalah perusahaan multinasional yang memesan kaus untuk cabang-cabang mereka
di negara lain. Keinginan kuat untuk tidak melulu menjadi ‘tukang jahit’, akhirnya
datang ketika dua orang Slovakia secara tidak sengaja menemukan kaus C59 ketika
berada di Sumatera dan tertarik memasarkannya di negara mereka.
Akhirnya, pasar Eropa Timur pertama digarap di Slovakia melalui kedua mitra
setempat itu dengan menyebarkan kaus C59 ke 40 toko di seluruh negeri. Di sana
C59 melakukan penggarapan pasar yang intens dengan melakukan sponsorship untuk
konser musik tahunan dan kompetisi snow boarding. Hasilnya, kaus C59 mampu
bersaing dengan merek-merek lain yang top. Bahkan, turis asal Hungaria menjadikan
C59 sebagai oleh-oleh ketika berlibur ke Slovakia.
Setelah posisi mantap, C59 mulai mengembangkan pasarnya ke negara sekitar
Slovakia, seperti Rumania dan Polandia. Untuk mendukung langkahnya menerobos
pasar ekspor, C59 mengembangkan e-commerce melalui situs internet. Jadi
pelanggan dari luar negeri bisa memesan kaus dengan desain yang lebih beragam
dan lebih leluasa sesuai selera.
Selain pasar Eropa, C59 juga sedang berancang-ancang menguasai pasar ASEAN
dengan lebih serius. Alasannya, karena masih serumpun dan letak geografis yang
lebih dekat, ukuran badan orang di negara-negara ASEAN juga relatif sama dengan
orang Indonesia. Sehingga dalam urusan produksi dan promosi pun bisa selaras dan
tak jauh berbeda dengan strategi pasar lokal. Apalagi ada MTV Asia yang bisa
digunakan sebagai media beriklan secara regional.
(Sumber: Jackie Ambadar dkk., 2004,Usaha Yang Cocok Untuk Anda, Jakarta,
Yayasan Bina Karsa Mandiri)
c. Rangkuman
1) Penelitian pasar adalah suatu proses sistematis yang dilakukan
untuk mengumpulkan data, mencatat, mengolah, dan menganalisis
data/informasi yang berkaitan dengan pemasaran produk/jasa.
2) Tujuan penelitian pasar adalah mengumpulkan informasi untuk
pengambilan keputusan. Wirausaha selalu membutuhkan informasi
dan pengetahuan tentang pasar mereka. Penelitian pasar dapat
membuat keputusan pemasaran yang lebih baik.
3) Langkah-langkah dalam melakukan penelitian pasar adalah sebagai
berikut.
b) merumuskan masalah
c) melakukan penelitian pendahuluan
d) merencanakan penelitian
e) menggunakan sumber daya anda sendiri atau dari luar
f) mengolah dan menafsirkan data
g) membuat kesimpulan atau keputusan
h) menerapkan keputusan dan mengkaji ulang keputusan Anda
4) Untuk menganalisis potensi pasar, wirausaha terlebih dahulu harus
melakukan penelitian pasar. Berdasarkan analisis dan ramalan
potensi pasar tersebut dapat diketahui, apakah usaha yang akan
dirintis atau dikembangkan memiliki potensi pasar yang yang
memadai atau tidak.
5) Dalam analisis pasar, ada beberapa komponen yang harus dianalisis
dan diperhatikan di antaranya.
a) kebutuhan dan keinginan konsumen
b) segmentasi pasar
c) target
d) nilai tambah
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
e)
masa hidup produk
f)
struktur pasar
g) persaingan dan strategi pesaing
h) ukuran pasar
i)
pertumbuhan pasar
j)
laba kotor
k)
pangsa pasar
d. Tugas
Cobalah buat daftar harga-harga kebutuhan pokok di 5 lokasi pasar
yang berbeda dan buat daftar tabel harga ?
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
1. Apakah yang dimaksud dengan penelitian pasar ?
2. Coba Anda sebutkan tujuan dari penelitian pasar ?
3. Apakah langkah-langkah yang harus Anda lakukan dalam melakukan
penelitian pasar ?
4.
Apakah komponen yang harus dianalisis dan diperhatikan dalam
analisis pasar ?
B. Kunci Jawaban
1. Penelitian pasar adalah suatu proses sistematis yang dilakukan
untuk mengumpulkan data, mencatat, mengolah, dan menganalisis
data/informasi yang berkaitan dengan pemasaran produk/jasa.
2. Tujuan penelitian pasar
adalah mengumpulkan informasi untuk
pengambilan keputusan. Wirausaha selalu membutuhkan informasi
dan pengetahuan tentang pasar mereka. Penelitian pasar dapat
membuat keputusan pemasaran yang lebih baik.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
3. Langkah-langkah dalam melakukan penelitian pasar adalah
a) Merumuskan masalah
b) Melakukan penelitian pendahuluan
c) Merencanakan penelitian
d) Menggunakan sumber daya Anda sendiri atau dari luar
e) Mengolah dan menafsirkan data
f) Membuat kesimpulan atau keputusan
g) Menerapkan keputusan dan mengkaji ulang keputusan Anda
4. Beberapa komponen yang harus dianalisis dan diperhatikan dalam
analisis pasar yaitu :
a. Kebutuhan dan Keinginan konsumen
b. Segmentasi pasar
c. Target
d. Nilai tambah
e. Masa hidup produk
f. Struktur pasar
g. Persaingan dan strategi pesaing
h. Ukuran pasar
i. Pertumbuhan pasar
j. Laba kotor
k. Pangsa pasar
Cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban modul ini. Hitunglah
jawaban Anda yang benar, tiap nomor jawaban diberi skor 10
sehingga jumlah skor keseluruhan 100. Kemudian, gunakan rumus
di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi kegiatan belajar pada modul ini.
Jumlah Skor Jawaban Anda
Tingkat Penguasaan = x 100 %
100
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Arti tingkat pemahaman Anda
90 % - 100 % = Amat Baik dan Sangat Berhasil
80 % - 89 % = Baik dan Berhasil
70 % - 79 % = Kurang Berhasil
< 69% = Tidak Berhasil
Tingkat kelulusan bisa dicapai, bila Anda bisa menjawab 80% dari
soal-saol di atas. Apabila kurang dari standar di atas, Anda dianggap
tidak lulus.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
3.
Kegiatan Belajar 3
a.
Tujuan Pembelajaran 3
Siswa atau peserta diklat dapat menganalisis peluang usaha atau
potensi pasar melalui pemilihan lokasi usaha.
b. Uraian materi 3
PEMILIHAN LOKASI USAHA
Dalam merencanakan suatu usaha, Anda perlu memilih letak
lokasi usaha yang strategis. Karena letak lokasi usaha akan
berhubungan dengan masalah efisiensi transfortasi, sifat bahan
baku atau sifat produknya, dan kemudahannya mencapai
konsumen. Apabila usaha Anda dapat menekan biaya-biaya produksi
dan biaya operasional lainnya, maka daya saing usaha Anda akan
meningkat karena harganya menjadi lebih kompetitif. Jika tingkat
persaingan tidak terlalu hebat, hal ini akan meningkatkan laba usaha
Anda. Pemilihan lokasi usaha juga berhubungan dengan kebutuhan
luas bangunan dan pengembangan serta perluasan usaha di masa
yang akan datang.
Setiap jenis usaha memerlukan penentuan lokasi yang berbeda.
Usaha dalam bidang produksi atau industri membutuhkan lokasi
yang berbeda dengan usaha dalam bidang perdagangan atau
distribusi. Pentingnya faktor-faktor lokasi berbeda-beda sesuai
dengan sifat perusahaan Anda. Umumnya lokasi perusahaan Anda
akan ditentukan oleh kedekatan dengan pasar, hubungan dengan
pelanggan, tersedianya staf yang mampu, dan tersedianya bahanbahan
mentah. Semakin luas daerah pasar Anda, semakin kurang
penting lokasi usaha. Jika daerah pemasaran anda kecil, semakin
pentinglah pilihan lokasi usaha. Namun, sebagai pedoman umum
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
bisnis Anda haruslah terletak sedemikian rupa, sehingga Anda dekat
dan mudah mencapai pelanggan Anda, dan demikian sebaliknya.
Pemilihan lokasi usaha harus Anda bedakan, apakah penentuan
lokasi tersebut untuk tempat kedudukan kantor perusahaan atau
untuk tempat perusahaan beroperasi dan menjalankan kegiatan
usahanya. Sifat-sifat dari bahan baku yang akan diolah, bahan yang
akan didistribusikan ikut mempengaruhi penentuan lokasi usaha.
Pemilihan lokasi sangat menentukan suksesnya suatu usaha, salah satu lokasi
yang dianggap strategis adalah lokasi yang mudah dijangkau konsumen.
Penentuan lokasi penting bagi usaha tertentu, seperti toko
pakaian atau toko bahan makanan, tetapi tidak begitu penting bagi
toko barang-barang antik atau bengkel mobil. Karna jika Anda sukar
untuk memindahkan suatu usaha, maka anda harus berhati-hati
dalam mengambil keputusan untuk menentukan lokasi. Pertanyanan
utama yang harus ada dalam pikiran Anda untuk menentukan lokasi
usaha meliputi, antara lain :
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
? Di bagian wilayah mana usaha tersebut akan beroperasi ?
? Di kota mana usaha tersebut akan beroperasi ?
? Di bagian kota manakah usaha tersebut akan beroperasi ?
? Usaha tersebut akan beroperasi di lokasi khusus mana dari
bagian kota itu ?
Beberapa pertimbangan lain yang perlu Anda pelajari sebelum
menentukan letak lokasi usaha adalah kelancaran distribusi dan
adanya peraturan dan kemudahan yang mungkin disediakan oleh
pemerintah. Ada tiga faktor yang dapat Anda pertimbangkan untuk
memilih dan menentukan lokasi usaha, yaitu Pertama : faktor bahan
baku, pasar, dan ongkos transfortasi. Kedua : Faktor Lingkungan
Setempat, Ketiga : Faktor lain yang membantu proses kelancaran
kinerja perusahaan.
1) Faktor Bahan Baku, Pasar, dan Ongkos Transfortasi.
Faktor bahan baku, seperti bahan mudah rusak, ukuran berat,
dan volume bahan baku merupakan faktor utama yang harus
Anda pertimbangkan karena secara langsung akan berpengaruh
terhadap biaya transfortasi dan proses produksinya.
Apabila Anda membuka usaha produksi yang menggunakan
bahan baku yang mudah rusak, seperti ikan atau susu, maka
akan lebih menguntungkan memilih lokasi dekat dengan bahan
baku. Perusahaan Air Minum Mineral dalam kemasan kebanyakan
memilih lokasi perusahaannya dekat sumber mata air sebagai
bahan baku utamanya.
Sedangkan, untuk usaha produksi yang menggunakan bahan
baku tahan lama, seperti usaha produksi tahu atau tempe. Karna
sifat dari tahu atau tempe yang mudah rusak, maka lebih tepat
memilih lokasi dekat dengan pasar. Meskipun biaya transportasi
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
untuk mengangkut kedelai ke tempat produksi membutuhkan
biaya yang lebih tinggi.
Setelah Anda mempertimbangkan dan mempelajari faktor sifat
mudah rusaknya bahan baku atau hasil produksi seperti contoh
di atas, Anda perlu juga mempertimbangkan biaya
transportasinya. Selanjutnya Anda tinggal memilih di mana lokasi
yang sesuai dan cocok dengan usaha anda. Apakah dekat
dengan jalan raya untuk pembuangan limbah yang telah diolah
atau dekat sumber air yang melimpah untuk bahan pembantu
yang sangat dibutuhkan dalam usaha tersebut.
Mendirikan usaha dagang seperti toko, distibutor atau agen tentu
akan lebih menguntungkan untuk memilih lokasi dekat pasar,
baik pasar secara fisik maupun pasar dalam arti konsumen.
Faktor lain yang harus Anda pertimbangkan untuk memilih lokasi
usaha perdagangan, di antaranya : jenis dan sifat industri
setempat, jumlah dan tingkat sosial penduduk, kemajuan kota
atau desa, kebiasaan, kesukaan berbelanja, dan tingkat
persaingan usaha di daerah tersebut.
Dalam memilih lokasi usaha dengan pertimbangan bahan baku
dan pasar ini sekaligus mempertimbangkan biaya transfortasi,
tersedianya bahan pembantu utama dan kelancaran penyediaan
bahan baku. Berdasarkan pertimbangan faktor-faktor tersebut
dapat digambarkan alternatif pemilihan tempat usaha sebagai
berikut :
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
a. Pasar 1
Sumber Bahan Baku
Tempat Usaha : a. Pasar 1
b. Pasar 2
Sumber Bahan Baku
Tempat Usaha b. Pasar 2
Sumber Bahan Baku
Tempat Usaha : a. Pasar 1
b. Pasar 2
2) Faktor Lingkungan Setempat
Beberapa faktor lingkungan setempat yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih lokasi usaha, antara lain :
kemungkinan pengadaan tenaga kerja yang murah dan mudah,
pengaruh usaha terhadap ligkungan, jumlah dan tingkat sosial
penduduk, adat istiadat, tingkat harga tanah, dan tersedianya
bahan-bahan pembantu penting. Contohnya, industri pengolahan
yang membutuhkan banyak air, seperti industri air minum
kemasan, pembuatan sari buah, penyamakan kulit, pengolahan
ikan, dan sebagainya harus memperhitungkan, apakah
lingkungan mampu menyediakan sumber air yang memadai
dalam jumlah maupun kualitasnya. Juga perlu dipertimbangan
kemungkinan pengaruh limbah yang dibuang terhadap
lingkungan setempat, sehingga tidak merusak lingkungan sekitar
lokasi usaha.
3) Faktor lain yang membantu proses kelancaran kinerja
perusahaan
Faktor-faktor lain yang dapat dijadikan bahan pertimbangan
tambahan di antaranya adalah sebagai berikut :
a) Fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, seperti listrik,
telepon, jalan, prioritas pemerintah atau keringanan-
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
keringanan, dan bimbingan yang kerap kali dikaitkan dengan
proyek-proyek pemerintah di suatu daerah tertentu.
b) Peraturan-peraturan setempat dimana usaha akan beroperasi
perlu dipertimbangkan dan wajib dipenuhi.
c) Kebutuhan bahan bangunan, seperti semen, batu, pasir dan
sebagainya merupakan pertimbangan lain yang berkaitan
dengan pembangunan gedung.
d) Faktor iklim, panas udara, dan kelembaban yang berpengaruh
terhadap kondisi kerja, alat, mesin maupun manusia dapat
juga menjadi bahan pertimbangan.
Sebagaimana halnya banyak keputusan lain, dalam memilih tempat
usaha ini terlibat penilaian yang bersifat siklis. Faktor satu akan
berpengaruh terhadap yang lainnya dan akhirnya muncul satu atau
beberapa pertimbangan yang dapat mengesampingkan faktor lain.
Namun, di antara faktor-faktor tersebut yang paling menonjol adalah
faktor bahan baku, pasar, dan biaya transfortasi. Dalam hal ini
dibutuhkan pertimbangan dan pemikiran matang yang logis.
Sebelum anda mengambil keputusan tentang lokasi usaha anda
sebaiknya Anda berkonsultasi dengan pihak-pihak berikut,:
? Bankir. Biasanya mereka mempunyai pengertian yang baik
tentang kondisi bisnis serta latar belakang dari kebanyakan lokasi
bisnis, dalam suatu masyarakat atau komunitas.
?
Kamar dagang setempat. Badan ini dapat membantu Anda
merekomendasikan lokasi yang baik, tergantung kepada jenis
tertentu bisnis Anda.
?
Pedagang besar, pembuat, dan pembekal. Mereka mempunyai
pengetahuan yang luas mengenai lokasi-lokasi dalam daerah
pasar tertentu.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
?
Asosiasi dagang. Mereka mempunyai informasi tentang kondisi
ekonomi dan pasar-pasar dalam suatu daerah tertentu.
?
Badan pemerintah. Badan-badan yang mempromosikan
pengembangan bisnis akan mampu memberikan bantuan
tambahan.
?
Sumber-sumber. Hal ini meliputi daerah pengembangan industri,
perusahaan listrik, perusahaan pengangkutan kereta api,
perusahaan real estate, kantor penempatan tenaga kerja, dan
para wirausaha setempat.
Dalam mengambil keputusan terakhir, mungkin Anda akan
memerlukan perbandingan dari perbagai tempat lokasi. Dasar
perbandingan yang dapat dipakai adalah berapa besar biaya untuk
memiliki dan menjalankan usaha di lokasi tertentu. Formulir analisis
biaya dalam gambar akan membantu Anda untuk meringkaskan
informasi, yang Anda butuhkan untuk mengambil keputusan yang
baik. Bentuk yang lengkap, dengan peta kota, dan daerah serta
statistik mengenai populasi dan pendapatan, seharusnya membantu
Anda dalam membuat keputusan yang benar.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Gambar 10.4 : Formulir Analisis Biaya
Pertimbangan biaya Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3 Lokasi 4
Biaya Pembelian
Tanah
Bangunan
Biaya operasi
Tenaga kerja
Mesin
Asuransi
Lain-lain
Pajak
Pajak kekayaan
Pajak pendapatan
Pajak atas gaji
Pajak daerah
Transportasi
Dari pensuplai
untuk pelanggan
Lain-lain
c. Rangkuman 3
1) Dalam merencanakan suatu usaha, Anda perlu memilih letak lokasi
usaha yang strategis. Oleh karena itu, letak lokasi usaha akan
berhubungan dengan masalah efisiensi transportasi, sifat bahan
baku atau sifat produknya, dan kemudahannya mencapai
konsumen.
2) Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi usaha
adalah sebagai berikut :
a) Sifat bahan baku dan kemudahan mendapatkannya secara terusmenerus.
b) Sifat produk yang dihasilkan, jarak dengan pasar, dan biaya
transportasi.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
c) Pengadaan sumber daya manusia dan tingkat sosial masyarakat.
d) Tersedianya sumber air yang memadai dan faktor lingkungan
lainnya yang menunjang usaha.
e) Peraturan-peraturan setempat, fasilitas, dan kemudahan yang
tersedia.
3) Sebelum Anda mengambil keputusan tentang lokasi usaha,
sebaiknya berkonsultasi dulu dengan pihak Bankir, Kamar dagang
setempat, Pedagang besar, Asosiasi dagang, dan Badan pemerintah.
d. Tugas
Coba buat laporan hasil observasi kepada 5 pedagang di sekitar rumah
Anda tentang penetapan pemilihan lokasi usaha sekarang ini ?
e. Evaluasi
A.Instrumen Penilaian
1.
Mengapa dalam merencanakan suatu usaha, Anda perlu memilih
letak lokasi usaha yang strategis ?
2. Faktor-faktor apa yang perlu diperhatikan dalam memilih dan
menentukan lokasi usaha ?
3. Lembaga-lembaga mana saja yang dapat Anda jadikan tempat
konsultasi, sebelum Anda mengambil keputusan tentang lokasi
usaha ?
B. Kunci Jawaban
1.
Karena letak lokasi usaha akan berhubungan dengan masalah
efisiensi transfortasi, sifat bahan baku atau sifat produknya, dan
kemudahannya mencapai konsumen.
2. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi usaha
adalah :
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
a.
Sifat bahan baku dan kemudahan mendapatkannya secara terus
menerus.
b. Sifat produk yang dihasilkan, jarak dengan pasar, dan biaya
transportasi.
c.
Pengadaan sumber daya manusia dan tingkat sosial masyarakat.
d. Tersedianya sumber air yang memadai dan faktor lingkungan
lainnya yang menunjang usaha.
e.
Peraturan peraturan setempat, fasilitas dan kemudhan yang
tersedia.
3. Bankir,
Kamar dagang setempat, Pedagang besar, Asosiasi dagang,
dan Badan pemerintah.
Cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban modul ini. Hitunglah
jawaban Anda yang benar, tiap nomor jawaban diberi skor 10
sehingga jumlah skor keseluruhan 100. Kemudian, gunakan rumus
di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap
materi kegiatan belajar pada modul ini.
Jumlah Skor Jawaban Anda
Tingkat Penguasaan = x 100 %
100
Arti tingkat pemahaman Anda
90 % - 100 % = Amat Baik dan Sangat Berhasil
80 % - 89 % = Baik dan Berhasil
70 % - 79 % = Kurang Berhasil
< 69% = Tidak Berhasil
Tingkat kelulusan bisa dicapai, bila Anda bisa menjawab 80% dari
soal-saol di atas. Apabila kurang dari standar di atas, Anda dianggap
tidak lulus.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
BAB III PENUTUP
Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80% ke atas, berarti
Anda bagus dan berhasil. Anda boleh mengajukan ujian sertifikasi!
Tetapi, bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda belum
berhasil dan Anda harus mengulangi mempelajari kegiatan belajar
dalam modul ini, terutama bagian yang belum Anda kuasai untuk
mengajukan uji sertifikasi.
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Daftar Pustaka
Ating Tedjasutisna, 2004, Memahami Kewirausahaan SMK Tingkat
1, Berdasarkan Kurikulum 2004, Bandung, CV. Armico.
Bernt Adelstat dan Nurhayat Indra (Ed), 1993, Pengembangan Bisnis
Koperasi, Manual Pelatih, Jakarta, Kerjasama PUSLATKOP & PK
Depkop dan PPK RI dengan ILO CO- OPERATIVE PROJECT.
Billi P.S. Lim, 2003, Berani Gagal, Alih bahasa : Drs. Suharsono,
Jakarta, PT. Pustaka Delapratasa.
Buchari Alma, 2004, Kewirausahaan, Bandung, Penerbit Alfabeta.
Hisrich Robert D., Michael P. Peters, 1998, Entrepreneurship, New
York, Irwin Mc Graw-Hill.
Jackie Ambadar, Miranty A, Yanti I, 2004, Usaha Yang Cocok Untuk
Anda, Jakarta, Yayasan Bina Karsa Mandiri.
Meredith, Geoffrey G. et al, 2000, Kewirausahaan : Teori dan
Praktek, penerjemah : Andre Asparsayogi, Jakarta, Lembaga
Manajemen PPM dan PT Pustaka Binaman Pressindo.
Robert Argene, 2003, Strategi menjadi Wiraswasta Handal,
Jakarta, CV. Restu Agung.
Suryana, 2003, Kewirausahaan : Pedoman Praktis, Kiat dan
Proses Menuju Sukses, Edisi Revisi, Jakarta, Penerbit Salemba
Empat.
----------------, 1996, Berani Ambil Resiko, Seri Panduan
Kewirausahaan TKMT Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga
Kerja Departemen Tenaga Kerja RI
Modul 10 : Menganalisis Potensi Pasar (B1.10.KWU)
Jumat, 01 Januari 2010
modul 9 kwu
MODUL
9
KEWIRAUSAHAAN SMK
KIAT MENGEMBANGKAN IDE
DAN MERAIH PELUANG
Penanggung Jawab :
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A
Pengembang dan Penelaah Model :
Dr. H. Ahman, M.Pd.
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Dra. Neti Budiwati, M.Si
Drs. Endang Supardi, M.Si
Drs. Ani Pinayani, M.M
Penulis :
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Bekerjasama dengan :
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2004
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Glosarium iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Deskripsi 1
B . Prasyarat 2
C. Petunjuk Penggunaan Modul 2
D. Tujuan Akhir 3
E. Kompetensi 4
F. Cek Kemampuan 4
BAB II KIAT MENGEMBANGKAN IDE DAN MERAIH PELUANG 5
A. Rencana Belajar Siswa 5
B. Bekerja dalam kegiatan wirausaha 6
C. Menggali Karakteristik Wirausaha 20
D. Menggali Wirausaha dalam Bisnis 26
BAB III EVALUASI 28
A. Insrumen Penilaian 28
B. Kunci Jawaban 28
29
BAB IV PENUTUP 34
DAFTAR PUSTAKA 35
MODUL
9
KIAT MENGEMBANGKAN IDE
DAN MERAIH PELUANG
IKAPUTERA WASPADA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul ini mengungkapkan bagaimana mengembangkan ide
menjalankan usaha terus berkembang dan meraih, mencari,
menciptakan peluang dalam mengembangkan kewirausahaan yang
harus dimiliki sukses. Hal yang dimaksudkan adalah mengembangkan
keberanian melahirkan ide, mengembangkan ide dan terus menerus
menciptakan peluang berusaha dengan optimal. Setiap orang memiliki
ide dan peluang yang tidak terbatas. Tapi tidak semua ide dan peluang
terus menerus diasah bagi setiap orang, sehingga hilang tidak berguna.
Untuk itu perlu dilakukan pendekatan formal melalui persekolahan
bahwa mengembangkan ide dan meraih peluang sebanyak-banyaknya
diperlukan secara dini.
Hal-hal mengembangkan ide dan menciptakan peluang sebuah
keharusan tidak bisa dihindari. Sebab ide adalah keberhasilan dan
peluang adalah kerja keras. Akhirnya sinergi ide dan peluang adalah
keberlanjutan usaha. Akhirnya tindakan ini sebagai langkah wirausaha
memiliki bekal untuk merencanakan pengelolaan Usaha Kecil dengan
langkah dan memahami menganalisis peluang usaha. Ide dan peuang
dalam bisnis dapat terjadi dalam semua aspek kehidupan masyarakat
dalam menjalankan kegiatan ekonominya.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Siswa SMK yang memiliki kekhasan kompetensi tertentu dipersiapkan
sebagai tenaga praktek medium untuk memasuki dunia industri dan
teknologi, Manajemen dan Bisnis, serta mengembangkan
kesejahteraan sosial dan pariwisata masyarakat. Akhirnya siswa SMK
mampu ikut dalam kegiatan ekonomi secara luas. Untuk itu
pengenalan secara dini kepada siswa SMK dalam mengembangkan dan
mengenalkan kewirausahaan dalam dirinya melalui pengembangan ide
dan meraih peluang adalah mengejar tujuan-tujuan yang berhubungan
dengan kemampuan-kemampuan dan keterampilan-keterampilan yang
dimiliki.
B.
Prasyarat
Modul ini diikuti setelah memahami modul sebelumnya dengan tingkat
keterukuran yang dipersyaratkan. Modul ini diikuti dengan pemahaman
pentingnya ide dan peluang yang memiliki sebagai dasar kesadaran
tinggi dari pembacanya. Hal ini ditandai dengan terlebih dahulu
memahami karakterisitik wirausaha dan kemampuan mengaktualisasi
sikap dan prilaku wirausaha. Sebab dengan kondisi tersebut wirausaha
telah memiliki dasar memahami dan mengidentifikasi sikap dan
perilaku wirausaha, menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif,
merumuskan solusi masalah dan membuat keputusan.
C.
Petunjuk penggunaan modul
1. Bagi siswa :
a.
Baca dengan cermat bagian pendahuluan modul ini dengan
memahami bagaimana mempelajari modul ini tepat dan benar
b. Memahami langkah-langkah belajar yang harus dilakukan siswa
dengan benar
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
c.
Kelengkapan bantu yang harus dipersiapkan bila membaca modul
ini
d. Memahami keterukuran hasil yang dapat dilakukan siswa
e.
Memiliki reward yang dapat ditunjukkan setelah mempelajari modul
ini
2. Bagi guru :
a.
Baca dengan cermat maksud dan tujuan bagian pendahuluan
modul ini dengan memahami bagaimana mempelajari modul ini
dengan tepat dan benar
b. Memberikan bantuan bagi siswa dalam mempersiapkan membaca
modul ini
c.
Membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dalam modul ini
d. Membantu siswa dalam menggunakan buku bantu tambahan
sebagai sumber belajar
e.
Merencanakan tenaga ahli/pendamping yang membantu tugas guru
f.
Memberikan bimbingan dalam menyelesaikan tugas yang
dibebankan pada siswa
g. Melakukan
penilaian hasil kegiatan belajar sebagai proses
keberhasilan dan kemajuan siswa
D. Tujuan akhir
a.
Hasil mempelajari modul ini siswa memahami dengan alat
keterukuran yang dimilki
b.
Siswa dapat melakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam
menjalankan bisnisnya
c.
Siswa dapat melakukan dalam kehidupan secara luas
d.
Siswa dapat mengembangkan diri secara optimal
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
E.Kompentensi
Modul ini berkompetensi mengaktualisasikan ide dan peluang usaha
dalam mengembangkan perilaku kewirausahaan yang harus dimilki siswa
sebagai bentuk ketercapaian hasil proses kegiatan belajar, yang dapat
dikembangkan bagi seorang wirausaha dan kehidupan di masyarakat. Sub
kompetensi yang diharapkan adalah Mengidentifikasi dan menganalisis
prilaku wirausaha dalam meraih menganalisis peluang usaha secara dini
dan mampu dikembangkan pada diri sendiri.
F. Cek kemampuan
1. Apakah ada Ide ?
2. Apakah yang ada dipikiran anda tentang ide ?
3. Bagaimana cara-cara melahirkan ide ?
4. Apakah ada peluang?
5. Apakah yang ada bayangkan dengan peluang ?
6. Bagaimana mengembangkan peluang ?
7. Mengapa mengembangkan ide
dan peluang usaha penting bagi
wirausaha ?
G. Glosarium
1. Magang adalah ikut belajar bekerja dalam kegiatan usaha atau
bisnis wirausaha dengan perusahaan tertentu pada bidang
tertentu pula
2. Diskusi adalah komunikasi kelompok dalam bentuk pertukaran
keterangan atau pendapat mengenai sesuatu persoalan atau
masalah dengan maksud mendapat keterangan yang lebih
lengkap dan jelas dengan mengambil keputusan serta dapat
dikembangkan lebih lanjut
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. Kewirausahaan sebagai suatu proses yakni proses penciptaan
sesuatu yang baru (krasi baru) dan membuat sesuatu yang
berbeda dari yang sudah ada (inovasi)
4. Sekolah kejuruan adalah sekolah menengah yang khas dengan
mengembangkan kompetnsi dasar kejuruan yang dibutuhkan
dunia kerja.
5. peluang pasar adalah suatu situasi beradanya kombinasi dari
faktor-faktor yang menciptakan potensi untuk menjual produk
atau jasa perusahaan.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
BAB II
KIAT MENGEMBANGKAN IDE DAN MERAIH PELUANG
A.Rencana Belajar
Dalam mempelajari modul ini dapat dilakukan dengan rincian kegiatan
sebagai berikut ini.
KEGIATAN WAKTU/TAHAP TEMPAT
KEGIATAN
TANDA
Mengkaji Mandiri 3 x 45 menit Di Sekolah
Berdiskusi 2 x 45 menit Di Sekolah
Latihan dan simulasi 2 x 45 menit Di Sekolah
Pengamatan
lapangan
3 x 45 menit Dunia Usaha
B. Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan pembelajaran 1
Siswa dapat mengembangkan ide dan peluang dengan bebas dan
memahami pentingnya mengembangkan ide dan meraih peluang dengan
tapat.
b. Uraian materi 1
A. MASALAH USAHA
Pada dasarnya ide dan peluang dapat tumbuh di mana saja, kapan
saja oleh siapa saja. Semakin banyak ide yang muncul semakin kreatif
manusia meraih peluang. Semakin banyak meraih peluang semakin
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
banyak manusia mengembangkan keberhasilan. Tahapan tersebut semua
dapat muncul disebabkan :
Ilham
Belajar
Berlatih
Pengalaman
ketertekanan
Semua tindakan tersebut harus dapat diukur. Sebab banyak ide dan
peluang yang muncul tapi banyak pula yang sulit diukur keberhasilannya.
Untuk tingkat persekolahan SMK mengembangkan ide dan peluang dapat
muncul dari :
1. Proses Pembelajaran
2. Hasil diskusi kelompok
3. Studi Banding
4. Praktek kerja lapangan
5. Pengalaman
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Meraih ide dan peluang berwujud dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja
B. BEKERJA DALAM KEGIATAN WIRAUSAHA
1. Magang
Sekolah kejuruan adalah sekolah menengah yang khas
dengan mengembangkan kompetnsi dasar kejuruan yang
dibutuhkan dunia kerja. Sekolah ini tidak dimiliki secara luas di masingmasing
daerah. Sekolah yang didasarkan pada kebutuhan dan
kemampaun potensial dari daerah masing-masing. Sekolah kejuruan
masih mengalami keterbatasan dalam hal kuantitas dan kualitas guru,
pelatih dan fasilitas serta peralatan praktek. Oleh karena itu, dunia
pendidikan dan pengajaran di tingkat kejuruan hendaknya mulai
didekatkan dengan dunia bisnis, dunia industri dan dunia kerja di
lapangan secara terpadu. Apa yang telah dirintis dalam dunia kejuruan
diharapkan mampu menjadi warna dasar kemampuan tingkat menengah
di masyarakat secara luas. Agar sekolah-sekolah kejuruan dapat
mengembangkan pengajaran yang mempersiapkan manusia-manusia
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
wirausaha, diperlukan adanya pula sinergi, kerjasama yang efektif dan
efisien antara sekolah, keluarga, masyarakat pemakai industri tenaga
kerja, dan dunia ekonomi pada umumnya. Sinergi ini diharapkan terus
menerus tumbuh dan berkembang dengan memiliki dasar mengembang
ide dan meraih peluang sebanyak-banyaknya.
Para siswa Kejuruan (SMK) lebih memahami dan menghayati
kegiatan para wirausaha dan semangat berusaha, diharapkan para siswa
dapat melaksanakan magang. Apa yang dimaksud dengan magang itu?
Magang adalah ikut belajar bekerja dalam kegiatan usaha atau bisnis
Wirausaha dengan perusahaan tertentu pada bidang tertentu pula.
Dengan kata lain, magang adalah ikut bekerja usaha yang diakui
berstandar kurikulum tertentu dalam suatu perusahaan yang telah
ditentukan. Pemahaman ini menempatkan siswa memiliki pemahaman
dasar dari bidang-bidang yang dipelajari dengan standar-standar kerja
yang telah ditetapkan.
Hidup ini tidak hanya dipelajari secara formal tapi kegiatan informal
dan pengalaman pribadi mampu menjadi cermin keberhasilan. Pada
umumnya , ada suatu kekeliruan pandangan bahwa segala sesuatu yang
perlu diketahui dalam hidup ini, dapat diajarkan semuanya melalui
pendidikan formal. Kenyataannya, pendapat seperti itu tidak sepenuhnya
tepat, ketekunan dan ketajaman pengamatan dalam kegiatan magang,
justru mampu mengantarkan siswa untuk menarik berbagai pelajaran
usaha atau bisnis yang berguna untuk diterapkan sendiri dalam
berwirausaha.
Masyarakat diberikan kebebasan memilih kompetensi yang
ditingkatkan sesuai dengan jenjang pengajarannya. Sampai saat ini minat
siswa SMP untuk menekuni pendidikan jalur kejuruan masih rendah. Kita
tidak dapat menutup mata terhadap kenyataan tentang mutu pribadi dari
sebagian besar para lulusan SMK. Sebagian besar para lulusan SMK,
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
begitu selesai studinya, cenderung untuk berupaya mencari pekerjaan
dan terbatas informasi. Suatu kenyataan yang perlu direnungkan adalah
bahwa kebanyakan para siswa SMK setelah selesai studinya berperan
sebagai buruh pabrik, pegawai dan sebagainya jarang para tamatan SMK
yang mau dan mampu menciptakan serta mengembangkan pekerjaan,
baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Dalam rangka mengatasi
permasalahan di atas, salah satu pendidikan dapat dilakukan melalui
magang atau ikut bekerja di dalam kegiatan Wirausaha yang sangat
sangat penting. Kegiatan magang biasa dilakukan pada Siswa SMK saat
melakukan praktek kerja lapangan. Selama ini maknanya hanya terbatas
pada proses pembelajaran saja sehingga kemampuan mengembangkan
ide dan menangkap peluang tidak teruji dengan baik. Kemampuan siswa
mengembangkan diri sebagai wirausaha diharapkan kegiatan magang
melahirkan keberhasilan-keberhasilan mengembangkan ide dan
menciptakan peluang.
Secara umum dapat dikatakan, jika mereka menjadi wirausaha
maka akan menjadi orang yang memiliki potensi untuk berprestasi.
Mereka senantiasa akan memiliki motivasi yang tinggi untuk maju di
dalam berwirausaha. Dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun, jika
mereka menjadi Wirausaha maka akan mampu menolong dirinya sendiri di
dalam mengatasi permasalahannya. Karena itu, setelah selesai ikut
bekerja dalam kegiatan Wirausaha (magang), para siswa SMK diharapkan
akan mempunyai kepribadian yang kuat, sebagai berikut :
a. Memiliki semangat kerja keras
b. Mampu mengembangkan ide dengan baik
c. Memiliki sikap mental berwirausaha
d. Memiliki moral yang tinggi
e. Memiliki keterampilan berwirausaha
f. Memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
g. Mengembangkan terus menerus meraih meraih dan mengembangkan
peluang
h. Memiliki keinginan berprestasi.
2. Membuat catatan kegiatan Wirausaha.
Wirausaha yang baik mampu mengingat kembali kegiatan yang
telah dikerja dan mengevaluasi rencana yang akan datang. Tentu tidak
semua wirausaha mampu mengingat kembali pekerjaan yang telah
diselesai dengan baik. Tentu tindakan yang baik adalah membuat
perencanaan dan catatan yang telah dikerjakan. Membuat catatan
kegiatan wirausaha dan menyusun laporannya sangat penting, serta dapat
dipresentasikan. Pelaksanaan mempresentasikan catatan kegiatan
wirausawan, dapat dirumuskan dalam bentuk tertulis. Adapun catatancatatan
kegiatan wirausaha adalah mengenai keberhasilan dan
kegagalannya serta permasalahannya, sehingga catatan tersebut menjadi
bahan evaluasi keberhasilan yang telah dibuat.
Membuat catatan kegiatan Wirausaha, diantaranya meliputi :
a.
Kegiatan-kegiatan jual beli dalam bisnis dan perdagangan;
b. Kegiatan-kegiatan dalam bidang geodesi
c.
Kegiatan-kegiatan utang piutang;
d. Kegiatan-kegiatan kerja dalam pabrik
diberbagai macam barang dan
jasa;
e.
Kegiatan-kegiatan dalam bangunan
f.
Kegiatan-kegiatan dalam pengawasan kerja;
g. Kegiatan-kegiatan promosi dagang atau bisnis;
h. Kegiatan-kegiatan dalam bidang arsitektur dan sipil;
i.
Kegiatan-kegiatan proses produksi;
j.
Kegiatan-kegiatan pendistribusian produk;
k.
Kegiatan-kegiatan transportasi
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
l.
Kegiatan-kegiatan bidang pariwisata.
Semakin banyak wirausaha semakin maju negara. Sebab tuntutan
inovasi dan kreativi8tas wirausaha tinggi. Kreativitas Wirausaha rasanya
sejalan dengan trend yang sedang menjamur di negara-negara maju dan
sedang berkembang. Para Wirausaha semakin menonjol, memainkan
peranan strategis dan bermutu dalam masyarakat. Dalam proses
pengembangan kewirausahaan, kita perlu melakukan kegiatan banding
dengan pengalaman yang terjadi di negara-negara maju. Setelah dihayati
dan diamati secara mendalam pada waktu magang, ternyata kegiatan
Wirausaha itu sangat luas, yakni meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.
a.
Dalam bidang usaha promosi, meliputi :
? menciptakan makna baru suatu produk;
? memberikan promosi terhadap jasa;
? memberikan nilai tambah pada produk.
b. Dalam bidang usaha angkutan, meliputi :
? memberi peran baru pada transportasi
? mengerahkan armada angkutan
c.
Dalam bidang usaha perawatan komputer, meliputi :
? teknisi dalam perawatan dan perbaikan;
? menciptakan nilai tambah pada komputer yang rusak untuk dibeli,
diperbaiki, kemudian dijual kembali.
d. Dalam bidang usaha tataboga, meliputi :
? menciptakan peluang baru dari kesibukan dan memberi nilai
tambah pada masakan tradisional;
? memasarkan fast food khas Indonesia
? menciptakan masakan-masakan dan menu baru
e.
Dalam bidang usaha pelayanan SDM, meliputi :
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
?
memberi pelatihan keterampilan menyusun bata, gambar dengan
Auto cad, seni batik, seni ukir, seni keramik, seni lukis, senia suara,
seni musik, dan sebagainya.
?
memberi bimbingan kepada pengrajin, calon Wirausaha, dan
sebagainya
?
melaksanakan kursus-kursus keterampilan.
f.
Dalam bidang usaha olahan, meliputi :
?
Menciptakan peluang baru dari bahan antara bahan baku dan
kebutuhan konsumen, memberi nilai tambah pada bahan baku
melalui proses olahan;
? Mendayagunakan teknologi untuk mengolah bahan baku;
? Memasarkan produk yang dibutuhkan konsumen.
g. Dalam bidang usaha rekruitmen, meliputi
? pelatihan sumber daya manusia dan kemampuan menjual;
? membekali pengetahuan dan keterampilan menjual;
? mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja penjual dan
kebutuhan pencari kerja.
h. Dalam bidang usaha perkreditan, meliputi :
? mempertemukan kebutuhan pemasok dan pemakai;
? menciptakan peluang baru dari kesulitan pengadaan uang kas dan
penjualan barang;
? memberikan nilai tambah pada uang kas dan barang modal atau
barang konsumsi;
i.
Dalam bidang usaha pembekalan, meliputi :
? mendayagunakan modal kedua belah pihak dengan manajemen
waktu;
? menjamin mutu dan kesinambungan pemasok;
? menciptakan peluang baru dari budaya ingin dilayani;
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
?
memberi nilai tambah pada barang modal atau produk jadi yang
dibutuhkan.
j.
Dalam bidang usaha cenderamata, meliputi :
? Pelatihan SDM pengembangan cenderamata
? menciptakan sendiri cenderamata yang unik;
? memasarkan hasil kerajinan khas daerah yang potensial untuk
dijadikan cenderamata.
? Mengembangkan pasar-pasar cenderamata
k.
Dalam bidang usaha bangunan, meliputi
? pelatihan sumber daya manusia dan kemampuan gambar sesuai
dengan perkembangan teknologi;
? pelatihan sumber daya manusia dan kemampuan bidang
memplester tembok;
? membekali pengetahuan dan keterampilan menjual hasil gambar;
? mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja dan kebutuhan
pencari kerja.
l.
Dalam bidang usaha geodesi, meliputi
? pelatihan sumber daya manusia di bidang survei pemetaan
? Mengembangkan kemampuan survai pemetaan;
? membekali pengetahuan dan keterampilan survai pemetaan;
? mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja dan kebutuhan
pencari kerja dibidang survai dan pemetaan.
m. Dalam bidang usaha busana, meliputi :
? Melahirkan ahli-ahli madya bidang desain-desain
? menciptakan peluang baru dari desain yang ada dan
? memberi nilai tambah pada pada pakaian tradisional;
? memasarkan hasil-hasil desain khas Indonesia
? menciptakan sinergi desain-desain baru dan peraga busana baru
n.
Dalam bidang usaha pariwisata, meliputi :
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
? menciptakan peluang baru dari kesibukan keterbukaan dunia
internasional dan memberi nilai tambah pada daerah-daerah
wisata;
? memasarkan produk-produk wisata khas Indonesia
? menciptakan produk-produk khas indonesia untuk wisata.
Catatan kegiatan Wirausaha yang lainnya, adalah sebagai berikut :
a. Dalam bidang produksi
Kegiatan produksi dapat diklasifikasikan dalam tiga tingkatan :
1) Produksi primer
Kegiatan Produksi primer mengacu pada kegiatan penggalian sumber
yang tersedia dalam bumi dan alam. Termasuk dalam kegiatan ini
adalah kehutanan, kelautan, pertanian, pertambangan, energi, dan
perikanan.
2) Produksi sekunder
Kegiatan Produksi sekunder mangacu pada kegiatan pemanfaatan
sumber daya alam, atau bahan baku yang di proses dan diolah
menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Termasuk dalam
kegiatan ini adalah pabrikasi komponen-komponen yang diassembling
menjadi barang industri atau barang konsumsi.
3) Produksi tersier
Produksi tersier mengacu pada kegiatan yang lebih dominan
menghasilkan jasa dibanding dengan tangible goods. Jasa yang
dihasilkan misalnya dosen, dokter, guru, insinyur, restoran, angkutan,
dan sebagainya.
b. Dalam bidang distribusi
Dalam kegiatan ekonomi yang berjalan maka kegiatan produksi terus
berjalan pula sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Untuk itu agar
produksi tidak terjadi penumpukan di satu daerah tertentu maka
kegiatan disitribusi harus dilakukan. Distribusi mengacu pada kegiatan
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
pergerakan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen atau
produsen, distributor dan langsung ke konsumen.
c. Dalam bidang konsumsi
Tolak ukur dari keberhasilan produsen, biasanya dilihat dari tingginya
permintaan barang dan jasa. Jaringan distribusi membawa barang dan
jasa kepada konsumen serta merefleksikan tingkat permintaan akan
barang dan jasa.
? Pengenalan diri adalah awal seorang Wirausaha untuk dapat
mengenali diri sendiri, mengenali lingkungan, mengindera peluang
bisnis dan mengerahkan sumber daya, guna meraih peluang bisnis.
? Wirausaha akan dapat hidup sukses bila mampu mampu mengenal
dengan baik pelanggan, memelihara hubungan yang baik dengan
pemasok dan pelanggan.
? Penganalan bisnisnya dengan baik, untuk memiliki maupun
menggunakannya, agar pelanggan memberikan citra yang baik
Wirausaha tidak dibatasi dalam kegiatan ekonomi saja, tapi aspek-aspek
lain yang mampu mempengaruhi kegiatan ekonomi dapat dikatakan
sebagai wirausaha. Oleh karena itu berdasarkan pengamatan penulis,
kegiatan Wirausaha sangat luas. Dari hasil catatan kegiatan Wirausaha, di
bawah ini diuraikan lagi sebagai berikut.
1) Kegiatan hasil pariwisata
Kegiatannya dalam usaha pengumpulan produk-produk wisata, paket
wisata, memperkenalkan daerah-daerah wisata, dan cederamata khas
daerah-daerah tertentu dan Indonesia. Bukan hal yang mustahil jika
kemudian kegiatan Wirausaha sebagai eksport-impor pariwisata yang
bertaraf internasional.
2) Kegiatan hasil pertanian
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Kegiatannya dalam usaha pengumpulan hasil-hasil olahan
pertanian/perkebunan/kehutanan, hasil bumi, hasil hutan, dan hasil
perkebunan. Bukan hal yang mustahil kemudian berkembang kegiatan
Wirausaha sebagai eksport-impor agrobisnis yang bertaraf
internasional di bidang pertanian.
3)
Kegiatan hasil kerajinan rakyat
Kegiatan ini disasarkan pada bidang kegiatan yang bersifat kekhasan
daerah-daerah tertentu yang mempengaruhi kegiatan masyarakat.
Kegiatannya bisa dimulai sebagai pedagang pikulan mulai dari sayursayuran,
makanan khas daerah, berlanjut dengan pembukaan kios-kios
di daerah tujuan wisata, kemudian berakhir sebagai ekspor-impor
cinderamata ke mancanegara.
4)
Kegiatan hasil industri
Kegiatannya berpusat pada barang-barang konsumsi hasi produksi
aneka industri seperti makanan dan minuman dalam kaleng, kosmetik,
obat-obatan, dan sebagainya.
5)
Kegiatan hasil industri mesin
Bentuk Kegiatannya bertumpu pada bidang hasil industri mesin dan
logam, serta peralatan, sepertijmk alat-alat pertanian, perbengkelan,
alat-alat kantor, otomotif dan sebagainya.
5). Kegiatan hasil dari bangunan
Kegiatannya bertumpu pada bidang hasil-hasil bangunan dan survai
pemetaan, serta peralatan-peraralatan bangunan, seperti alat-alat
potong kayu, peralatan menembok, perbengkelan, alat-alat meja
gambar dan komputer dengan program outocad dan sebagainya.
3. Mempresentasikan hasil catatan
Pada umumnya kita tidak selamanya ingat akan tindakan kegiatankegiatan
dalam pengamatan terhadap kegiatan usaha Wirausaha.
Pengetahuan mencatat kegiatan usaha Wirausaha, sangat bermanfaat
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
dalam membantu mengetahui hasil-hasil yang telah dicapai. Mencatat
hasil kegiatan usaha Wirausaha, merupakan ungkapan perasaan dan
kemampuan yang dibantu alam pikiran untuk disampaikan kepada orang
lain. Merumuskan masalah-masalah bermanfaat bagi perkembangan
mengumpulkan hasil catatan, menginterprestasikan data-data, serta
menarik kesimpulannya. Pada waktu mempresentasikan hasil penghayatan
kegiatan Wirausaha di dalam diskusi, diharapkan kelompok-kelompok
diskusi membuat catatan-catatan sebagai bahan tanggapan.
Presentasi hasil penghayatan kegiatan Wirausaha pada umumnya,
berhubungan dengan :
a.
Pola kerja keras para wirausaha
b. Pola pikir positif dalam berwirausaha;
c.
Kemauan untuk maju dalam berwirausaha;
d. Keuletan di dalam berwirausaha;
e.
Perjuangan di dalam berwirausaha;
f.
Kejujuran di dalam berwirausaha;
g. Keyakinan kepada ilmu dan spiritual di dalam berwirausaha;
h. Disiplin di dalam berwirausaha.
Mencatat kegiatan Wirausaha merupakan ungkapan perasaan dan
kemampuan yang dibantu alam pikiran dan keterampilan untuk
disampaikan kepada orang lain. Dari hasil presentasi penghayatan
kegiatan Wirausaha, para kelompok diskusi nantinya akan :
a.
Memahami arti perjuangan dan ciri-ciri Wirausaha
b. Memahami
pentingnya Wirausaha dalam memajukan kehidupan
pribadi, keluarga, bangsa, dan negara;
c.
Mengenal bidang-bidang dan jenis-jenis Wirausaha;
d. Mengenal langkah-langkah strategis para wirausaha.
Presentasi hasil catatan kegiatan Wirausaha yang dilakukan harus
terorganisir, dipersiapkan dengan baik, menarik, dan fleksibel. Dari hasil
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
penghayatan kegiatan Wirausaha, dapat dipresentasikan bahwa faktorfaktor
yang menunjang keberhasilannya adalah sebagai berikut :
a.
Wirausaha, bekerja dengan keiklasan
b. Wirausaha, bekerjanya dengan penuh keyakinan.
c.
Wirausaha, bekerjanya dengan penuh ketekunan dan tekad yang
terarah.
d. Wirausaha, bekerjanya dengan menjalankan pola pikir dengan gagasan
yang positif
e.
Wirausaha, bekerjanya didasarkan pada :
? Profesional dan kompetensi diri
? kemampuan sendiri
? bakat yang dimiliki
? pengalaman sendiri
? penuh kesungguhan dalam berusaha
f.
Wirausaha, bekerjanya dengan penuh semangat, kegairahan, dan
ketabahan.
g. Wirausaha, bekerjanya tidak terpengaruh oleh pekerjaan lain
? Keberhasilan Wirausaha tergantung kepada kesediannya untuk
bertanggung jawab atas pekerjaannya.
? Wirausaha cenderung mudah jenuh terhadap segala kemapanan
hidup, untuk kemudian bereksprimen dengan inovasi-inovasi baru.
?
Wirausaha cenderung tidak cepat puas diri selalu ingin terus maju
dan berkembang
4. Mendiskusikan hasil catatan kegiatan Wirausaha
Raymond, W.Y. Kao (1995), menyebutkan kewirausahaan sebagai
suatu proses yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan
membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). Adapun
tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
bagi masyarakat. sedangkan Wirausaha mengacu pada orang yang
melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan atau kekayaan dan nilai
tambah melalui penetasan gagasan serta memadukan gagasan tersebut
menjadi kenyataan.
Wirausaha sealu berusaha mengembangkan ide dan menciptakan
peluang kegiatan yang bermafaat. Untuk itu kegiatan Wirausaha telah
lama mengenal dan melakukan perencanaan strategis bagi perusahaannya.
Kebutuhan akan kewirausahaan semakin meningkat dikarenakan
munculnya permasalahan seperti :
a.
Semakin sedikit pegawai-pegawai yang pintar dan memiliki ide-ide
brilian dari suatu organisasi dikarenakan mereka lebih memilih untuk
menjadi seorang Wirausaha.
b. Ketidakpercayaan akan metode-metode tradisional dalam manajemen
suatu organisasi.
c.
Semakin banyak dan berkembang pesaing yang masing-masing
mempunyai keunggulan.
Begitu pula, seorang Wirausaha mempunyai peranan untuk mencair
kombinasi-kombinasi baru, yang merupakan gabungan dari :
? Pengenalan teknologi baru
? pengenalan barang dan jasa baru
? metode produksi baru
? organisasi industri baru
? sumber bahan mentah baru
? pasar-pasar baru.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Penggunaan salah satu
alat teknologi yang
dimanfaatkan dengan
baik, sebagai usaha
optimalisasi komputer
dan internet
Semua hasil catatan kegiatan Wirausaha perlu didiskusikan, baik melalui
kelompok maupun pleno. Jika demikian, diskusi itu apa? Diskusi adalah
komunikasi kelompok dalam bentuk pertukaran keterangan atau pendapat
mengenai sesuatu persoalan atau masalah dengan maksud mendapatkan
keterangan yang lebih lengkap dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Perkataan diskusi berasal dari bahasa Inggris discuss yang artinya
membicarakan, merundingkan. Menurut kamus Bahasa Indonesia, diskusi
adalah perundingan untuk bertukar pikiran tentang sesuatu masalah.
Adapun pentingnya diskusi adalah sebagai berikut :
a. Memperbicangkan suatu masalah kegiatan usaha Wirausaha
b. Pertemuan antara sejumlah orang
c. Menyangkut kepentingan bersama atau kepentingan umum
d. Berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu.
Di dalam diskusi hasil catatan kegiatan usaha Wirausaha,
hendaknya diarahkan untuk membahas atau memperbincangkan
permasalahan melalui pengumpulan pendapat-pendapat para peserta
tersebut, dipresentasikan menjadi suaut pendapat bersama secara
obyektif; dalam konteks para kelompok diskusi diharapkan adanya :
a. Sikap disiplin, tertib, dan diorganisir dengan baik;
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
b. Saling menyumbangkan pendapat dan argumentasi;
c.
Saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain;
d. Saling berkomunikasi dan berorientasi;
e.
Kesediaan berkorban dan berbagi pengalaman satu sama lain;
f.
Mempunyai sifat positif
Pada waktu pelaksanaan diskusi, setiap kelompok harus
merumuskan hasilnya dalam bentuk tertulis. Sedangkan pada waktu
presentasi hasil diskusi kelompok, diharapkan kelompok-kelompok lainnya
dapat mengikuti dengan cermat dan membuat catatan-catatan hasil
pengamatannya. Adapun pelaksanaan diskusi dari hasil catatan penugasan,
dapat diuraikan sebagai berikut :
a.
Diskusi-diskusi kelompok membahas setiap hasi kegiatan Wirausaha,
baik di dalam kelas maupun di luar kelas, untuk menyusun laporan
yang akan dilaporkan lebih lanjut pada diskusi kelas.
b. Mengadakan diskusi-diskusi kelompok, untuk menyusun perangkatperangkat
laporan hasil belajar dan kegiatan yang telah dilakukan para
peserta diskusi, baik dalam studi kepustakaan maupun dalam studio
audio visual.
c.
Diskusi kelas atau pleno untuk menyajikan dan membahas laporanlaporan
kerja kelompok-kelompok. Diskusi kelas dapat dilakukan untuk
membahas setiap hasil belajar kelompok. Para peserta diskusi secara
bergiliran, masing-masing kelompok menyajikan laporan hasil
penghayatan kegiatan Wirausaha. Sedangkan kelompok-kelompok
lainnya berusaha menyanggah, mengkritik, mendebat, memberi saran-
saran, dan sebagainya. Kelompok-kelompok penyaji berusaha untuk
mempertahankan naskah laporan dan menerima kritik yang telah
diajukan dari kelompok diskusi lainnya.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
?
Para Wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi kepada
tindakan dan bermotivasi tinggi yang mengambil risiko dalam
mengejar tujuan
?
Wirausaha adalah seorang nakhoda yang harus mampu
mengemudikan bahtera usahanya di tengah badai dan gelombang
dahsyat persaingan dalam bisnis.
c. Rangkuman
Pada dasarnya ide dan peluang dapat tumbuh di mana saja, kapan
saja oleh siapa saja. Semakin banyak ide yang muncul semakin kreatif
manusia meraih peluang. Semakin banyak meraih peluang semakin
banyak manusia mengembangkan keberhasilan.
Secara umum dapat dikatakan ide dan peluang dikembangkan di
kalangan wirausaha. Jika mereka menjadi wirausaha maka akan menjadi
orang yang memiliki potensi untuk berprestasi. Mereka senantiasa akan
memiliki motivasi yang tinggi untuk maju di dalam berwirausaha. Dalam
situasi dan kondisi yang bagaimanapun, jika mereka menjadi Wirausaha
maka akan mampu menolong dirinya sendiri di dalam mengatasi
permasalahannya.
d. Tugas
Cobalah tuliskan semua ide-ide yang ada dalam pikiran Anda dan uraikan
dengan singkat.
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
1. Apa yang dimaksud dengan magang bagi sekolah kejuruan?
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
2. Uraikan
bahwa wirausaha berusaha mengumpulkan informasi dari
berbagai sumber sebagai bahan membentuk gambaran sifat dan
keberadaan peluang pasar ?
B. Kunci Jawaban
1.
Sekolah kejuruan adalah sekolah menengah yang khas dengan
mengembangkan kompetensi dasar kejuruan yang dibutuhkan dunia
kerja. Sekolah ini tidak dimiliki secara luas di masing-masing daerah.
Sekolah yang didasarkan pada kebutuhan dan kemampaun potensial
dari daerah masing-masing. Sekolah kejuruan masih mengalami
keterbatasan dalam hal kuantitas dan kualitas guru, pelatih dan
fasilitas serta peralatan praktek. Oleh karena itu, dunia pendidikan dan
pengajaran di tingkat kejuruan hendaknya mulai didekatkan dengan
dunia bisnis, dunia industri dan dunia kerja di lapangan secara
terpadu. Apa yang telah dirintis dalam dunia kejuruan diharapkan
mampu menjadi warna dasar kemampuan tingkat menengah di
masyarakat secara luas. Agar sekolah-sekolah kejuruan dapat
mengembangkan pengajaran yang mempersiapkan manusia-manusia
wirausaha, diperlukan adanya pula sinergi, kerjasama yang efektif dan
efisien antara sekolah, keluarga, masyarakat pemakai industri tenaga
kerja, dan dunia ekonomi pada umumnya. Sinergi ini diharapkan terus
menerus tumbuh dan berkembang dengan memiliki dasar
mengembang
2. Untuk itu wirausaha berusaha mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber sebagai bahan membentuk gambaran sifat dan keberadaan
peluang pasar. Pendekatan ini dilakukan mampu menggambarkan :
a. Identifikasi faktor lingkungan bisnis
1.
kondisi dan kecenderungan perekonomian
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
2. situasi dan kecenderungan hukum dan peraturan
3. penempatan posisi dan dan kecenderungan teknologi
4. perubahan sosial yang relevan
5. kelamahan dan kemampuan lingkungan alam
b. Jenis dan industri dan pandangan mengenainya
1. Jenis industri
2. Ukuran sekarang dan 5 tahun mendatang
3. Praktek pemasaran di industri dan bisnis
4. Kecenderungan yang utama
5. Implikasi terhadap peluang
C. Analisis peluang utama
a. Deskripsi produk
b. Penempatan posisi pasar
c. Praktek pasar (distribusi, harga, promosi, pelayanan)
d. Perkiraan pangsa pasar
e. Reaksi terhadap pesaing
f. Implikasi terhadap peluang
D. Menciptakan profil pasar sasaran
a. Tingkatan dalam kebutuhan umum, jenis produk, merek
b. Fokus pemakai akhir
c. Profil pelanggan sasaran
d. Implikasi terhadap peluang
E. Susunan proyeksi penjualan
a. pendekatan formal dan atau intuitif
b. dijalankan atau tidak dijalankan
Untuk itu kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui :
1.Hasil pengamatan yang mendalam
2. Hasil riset
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. Pendapat dari para ahli dan praktisi yang bergelut dibidang masungmasing
Cocoklah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 9 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 9.
Rumus :
Jumlahjawabanbenar
Tingkat penguasaan = ×X100%
100
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul seloanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 9.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Kegiatan belajar 2.
a. Tujuan pembelajaran 2
Siswa dapat mengidentifikasi dan mengenal karakteristik wirausaha
dengan baik
b. Uraian Materi 2
A. MENGGALI KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
1. Ciri karakteristik Wirausaha
Wirausaha adalah orang yang mengorganisasi dan mengarahkan
usaha baru. Wirausaha berani mengambil risiko yang terkait dengan
proses memulai usahanya. Beberapa Wirausaha dapat terlahir dalam
suatu seni dengan mulai membuka kedai nasi, kios rokok, bengkel sepeda,
dan akhirnya terus berkembang menjadi besar dan sukses. Kebanyakan
dari mereka yang belajar menjadi Wirausaha, selalu mengikuti dan
mempelajari keberhasilan para Wirausaha yang berpengalaman. Mungkin
mereka telah mengagumi keberhasilan seseorang, kerabat, kawan, atau
dari orang tua.
Kegiatan ekonomi terus tumbuh dan berkembang. Kondisi ini
menyebabkan setiap orang berusaha mengembangkan diri dengan
kompetensi yang dimiliki untuk mengembangkan ide dan meraih peluang
yang terukur dan tingkat prestasi tertentu pula. Oleh karena itu ribuan
perusahan didirikan orang untuk mengembangkan diri. Perusahaan itu ada
yang bertahan dan berhasil, serta ada pula yang mengalami kegagalan.
Ada yang berkembang dan berhasil karena perusahaan tersebut dikelola
oleh wiausahawan yang berpengalaman dan tahu apa yang sedang
dilakukannya. Bakat seorang Wirausaha akan bertambah dan berkembang
berkat pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari
hasil interaksi dengan lingkungan.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada Wirausaha harus
terus menerus dikurangi, ia terus menerus bekerja keras, ia akan
berusaha belajar dari sesama profesi, memahami dan mengenal
lingkungan yang mampu mengembangkan dirinya serta mengenali
profesinya sendiri. Dalam setiap kasus, para pendiri perusahaan haus
meraih keberhasilan, mencari pengalaman dan pengetahuan mengenai
kewirausahaan. Wirausaha harus berusaha mengenali titik-titik
kelemahannya, untuk melakukan tindakan yang positif. Wirausaha
memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya
sendiri. Dari uraian tersebut di atas, terlihat ciri-ciri karakteristik
Wirausaha, sebagai berikut :
a.
Pemecah masalah
Wirausaha mempunyai pemahaman yang ingin mereka cari dan
dengan cepat dapat memecahkan masalah. Wirausaha mengetahui
bagaimana mengevaluasi alternatif-alternatif dalam memecahkan
masalah.
b. Pemikiran kreatif
Wirausaha yang kreatif akan membuat hidup lebih menyenangkan,
lebih menarik, serta akan menyediakan kerangka kerja dan dapat
bekerja sama dengan orang lain.
c.
Percaya diri untuk mengendalikan kerja
Wirausaha percaya diri untuk dapat mengendalikan kerja. Dengan
percaya diri, ia akan segera menyelesaikan masalah dan tegar dalam
mengejar sasaran bisnisnya.
d. Meyakini atas dasar MBO
Wirausaha dapat memahami situasi rumit yang mencakup
perencanaan, pengambilan keputusan, dan penyebaran ide-ide
bisnisnya. Wirausaha selalu menyadari adanya rincian yang penting
dan akan terus-menerus meninjau ulang semua kemungkinan untuk
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
mencapai sasaran dalam bisnisnya. Wirausaha meyakini manajemen
berdasarkan pada sasaran atau pada asas-asas MBO (Management by
Obyectives).
e.
Mengembangkan Ide-ide
Wirausaha mempunyai kebutuhan untuk mengembangkan ide-ide yang
tidak kunjung berakhir. Wirausaha hidup dengan kegiatan dan
kemungkinan menemukan kenikmatan dalam mengembangkan ideidenya.
f.
Penganalisisan kesempatan
Wirausaha akan menganalisis kesempatan-kesempatan dengan cepat
sebelum melibatkan diri. Wirausaha hanya akan bertindak setelah
yakin bahwa dalam usaha atau bisnis risikonya kecil. Inilah suatu ciri
yang membawa kesuksesan Wirausaha sementara orang lain
mengalami kegagalan.
g. Berorientasi pada prestasi
Wirausaha lebih menyukai peranan otot dan otak yang secara
langsung dapat mempengaruhi keberhasilan. Wirausaha mempunyai
dorongan memperagakan tingkat energi yang tinggi, berorientasi pada
prestasi dan tidak kenal lelah dalam mengejar tujuan.
h. Bekerja dengan jam kerja yang panjang
Wirausaha yang berhasil selalu bekerja dengan jam kerja yang
panjang. Waktu kerja yang panjang bukanlah hal yang unik bagi
Wirausaha. Wirausaha selalu menjadwalkan pertemuan-pertemuan
penting dalam pekan itu, sehingga Wirausaha mempunyai akhir pekan
untu kehidupan pribadinya.
Secara lebih rinci dan singkat, ciri-ciri karakteristik Wirausaha
adalah sebagai berikut :
a.
Semangat dan mau bekerja keras
b. Mengerti dengan jelas tentang tujuan dan prestasi.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
c.
Rajin, tekun, ulet, dan tabah demi keberhasilan usaha atau bisnis.
d. Tidak suka menunda-nunda pekerjaan.
e.
Percaya pada diri sendiri dalam melaksanakan tugas
f.
Memiliki motivasi untuk mencapai prestasi
g. Bekerja dengan
teliti dan cermat untuk menghindari kesalahankesalahan
h. Mampu mendayagunakan tugas secara efektif, efisien, dan kreatif
i.
Berkemauan keras untuk menyelesaikan tugas
j.
Berusaha untuk dapat menyelesaikan tugas.
Wirausaha dapat dianggap sebagai seorang pelopor, pemimpin dan
manusia yang mandiri, serta memiliki kemampuan tertentu. Seorang
Wirausaha mampu mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi
kegiatan bisnisnya dengan seksama serta bijaksana untuk memperoleh
keberhasilan di dalam usaha atau bisnisnya.
2. Sifat dan karakteristik Wirausaha.
Wirausaha pada hakikatnya adalah suatu kegiatan menciptakan
ide-ide baru dalam bisnis. Wirausaha sebagai pemilik dan pengurus suatu
bisnis atau badan usaha, perlu memiliki kemampuan mengelola usahanya.
Wirausaha harus mampu menguasai prinsip-prinsip dasar ilmu manajemen
dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam mengelola usaha atau
bisnisnya. Adapun beberapa karakteristik Wirausaha yang berhasil di
dalam usahanya harus mempunyai sifat-sifat karakteristik sebagai
berikut :
a.
Wirausaha harus bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Wirausaha mampu bekerja keras dan disiplin
c.
Wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada
orang-orang kepercayaannya.
d. Wirausaha tidak selalu mengutamakan kekayaannya
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
e.
Wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak
dicapai dalam bisnisnya.
f.
Wirausaha mempunyai visi keinginannya terhadap masa depan pribadi
dan bisnisnya.
g. Wirausaha, penuh perhatian dan tanggungjawab dalam menjalankan
usahanya.
h. Wirausaha tidak mau menyerah walaupun dihadapkan pada rintangan
yang sulit untuk dapat diatasi.
i. Wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci
j. Wirausaha bukanlah seorang pekerja lambat.
k. Wirausaha membuat keputusan secara cepat dengan penuh
perhitungan dan tingkat resiko
l. Wirausaha sangat serius di dalam melaksanakan bisnisnya
m. Wirausaha sangat mencintai pekerjaan bisnisnya dan mencintai produk
yang dihasilkannya
n.
Wirausaha akan langsung menindak lanjuti setiap keputusan yang
dibuatnya.
Wirausaha yang memiliki kepribadian seringkali berhasil dalam
menjalankan usahanya. Wirausaha yang fisiknya tidak meyakinkan,
biasanya tidak menarik. Tetapi setelah dia berbicara, rasanya tersimpan
suatu daya tarik tersendiri.
Menurut Zimmerer, karakteristik Wirausaha yang sukses adalah
sebagai berikut :
a.
Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya
b. Mau bertanggungjawab
c.
Adanya minat dalam kewirausahaan pada dirinya
d. Adanya peluang untuk mencapai obsesi
e.
Toleransi menghadapi risiko kebimbangan
f.
Yakin pada dirinya
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
g. Kreatif dan fleksibel
h. Ingin memperoleh balikan segera
i. Sangat energik
j. Motivasi untuk lebih unggul
k. Berorientasi ke masa depan
l. Mau belajar dari kegagalan
m. Berkemampuan tinggi dalam memimpin.
Karakteristik wirusaha akan terlihat dan berkembang melalui ilmu
pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari hasil
interaksi dengan lingkungannya. Karakteristik Wirausaha yang perlu
dikembangkan, diantaranya :
a. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Mau bekerja keras
c. Mau disiplin dan mengembangkan disiplin
d. Sifat dan watak kepribadian
e. Kejujuran dan tanggungjawab
f. Berkeyakinan kuat
g. Ketahanan fisik dan sikap mental
h. Berkemauan keras
i. Kesabaran dan ketabahan
H. Leibenstein menjelaskan bahwa Wirausaha yang memiliki
karakteristik adalah :
a. Mampu menggandengkan peluang-peluang besar.
b. Mampu memperbaiki kelemahan-kelemahan pasar.
Dari penjelasan materi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa
Wirausaha yang sukses itu salah satu kuncinya adalah harus mempunyai
nuansa karakteristik yang baik, positif, menarik dan simpatik. Keinginan
mau bekerja keras dan ada prestasi yang diukur dengan jelas
menunjukkan keberhasilan.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. MENGGALI WIRAUSAHA DALAM BISNIS
Analisa ini meliputi identifikasi dan evaluasi pengaruh luar yang
tidak dapat dikendalikan, pelanggan dan persaingan serta kemampuan
perusahaan dalam menentukan peluang, ancaman, kekuatan dan
kelemahan. Kondisi ini sebagai bahan informasi mengembangkan strategi
bisnis dalam menganalisis peluang pasar (Market opportunity analysis).
Bygreve (1996) mengungkapkan peluang pasar adalah suatu situasi
beradanya kombinasi dari faktor-faktor yang menciptakan potensi untuk
menjual produk atau jasa perusahaan. Kondisi ini menempatkan posisi
strategi wirausaha dalam bisnis yang meliputi aspek :
4. Memilih proses menjadi tahap logis untuk memudahkan pengendalian
dan analisis
5. Memperhitungkan aspek nyata, yang memberikan hasil yang berbeda,
sebagai akibat penilaian, pemilihan atau kesempatan
6. Tingkat toleransi yang mengakui adanya proses fenomena ril yang
berdasarkan rentang kinerja
Untuk itu wirausaha berusaha mengumpulkan informasi dari
berbagai sumber sebagai bahan membentuk gambaran sifat dan
keberadaan peluang pasar. Pendekatan ini dilakukan mampu
menggambarkan :
1.Identifikasi faktor lingkungan bisnis
a. kondisi dan kecenderungan perekonomian
b. situasi dan kecenderungan hukum dan peraturan
c. penempatan posisi dan dan kecenderungan teknologi
d. perubahan sosial yang relevan
e. kelamahan dan kemampuan lingkungan alam
2.Jenis dan industri dan pandangan mengenainya
a. Jenis industri
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
b. Ukuran sekarang dan 5 tahun mendatang
c. Praktek pemasaran di industri dan bisnis
d. Kecenderungan yang utama
e. Implikasi terhadap peluang
3. Analisis peluang utama
a. Deskripsi produk
b. Penempatan posisi pasar
c. Praktek pasar (distribusi, harga, promosi, pelayanan)
d. Perkiraan pangsa pasar
e. Reaksi terhadap pesaing
f. Implikasi terhadap peluang
4. Menciptakan profil pasar sasaran
a. Tingkatan dalam kebutuhan umum, jenis produk, merek
b. Fokus pemakai akhir
c. Profil pelanggan sasaran
d. Implikasi terhadap peluang
5. Susunan proyeksi penjualan
a. pendekatan formal dan atau intuitif
b. dijalankan atau tidak dijalankan
Untuk itu kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui :
1. Hasil pengamatan yang mendalam
2. Hasil riset
3. Pendapat dari para ahli
4. Pendapat para praktisi
c. Rangkuman
Wirausaha adalah orang yang mengorganisasi dan mengarahkan
usaha baru. Wirausaha berani mengambil risiko yang terkait dengan
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
proses memulai usahanya. Beberapa Wirausaha dapat terlahir dalam
suatu seni dengan mulai membuka kedai nasi, kios rokok, bengkel sepeda,
dan akhirnya terus berkembang menjadi besar dan sukses. Kebanyakan
dari mereka yang belajar menjadi Wirausaha, selalu mengikuti dan
mempelajari keberhasilan para Wirausaha yang berpengalaman. Mungkin
mereka telah mengagumi keberhasilan seseorang, kerabat, kawan, atau
dari orang tua.
Kegiatan ekonomi terus tumbuh dan berkembang. Kondisi ini
menyebabkan setiap orang berusaha mengembangkan diri dengan
kompetensi yang dimiliki untuk mengembangkan ide dan meraih peluang
yang terukur dan tingkat prestasi tertentu pula. Oleh karena itu ribuan
perusahan didirikan orang untuk mengembangkan diri. Perusahaan itu ada
yang bertahan dan berhasil, serta ada pula yang mengalami kegagalan.
Ada yang berkembang dan berhasil karena perusahaan tersebut dikelola
oleh wiausahawan yang berpengalaman dan tahu apa yang sedang
dilakukannya. Bakat seorang Wirausaha akan bertambah dan berkembang
berkat pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari
hasil interaksi dengan lingkungan.
d. Tugas
Cobalah Inventarisasi jenis-jenis pekerjaan yang anda kenal dan uraikan
masing-masing jenis pekerjaan tersebut.
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
1. Jelaskan Karakteristik Wirausaha perlu dikembangkan dengan baik ?
2. Jelaskan perlunya siswa SMK ikut bekerja dalam kegiatan Wirausaha
(magang) ?
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. Uraikan bahwa wirausaha melakukan tindakan yang baik adalah
membuat perencanaan dan catatan yang telah dikerjakan ?
Kunci Jawaban :
1. Karakteristik wirusaha akan terlihat dan berkembang melalui ilmu
pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari hasil
interaksi dengan lingkungannya. Karakteristik Wirausaha yang perlu
dikembangkan, diantaranya :
a. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Mau bekerja keras
c. Mau disiplin dan mengembangkan disiplin
d. Sifat dan watak kepribadian
e. Kejujuran dan tanggungjawab
f. Berkeyakinan kuat
g. Ketahanan fisik dan sikap mental
h. Berkemauan keras
i. Kesabaran dan ketabahan
H. Leibenstein menjelaskan bahwa Wirausaha yang memiliki
karakteristik adalah :
a. Mampu menggandengkan peluang-peluang besar.
b. Mampu memperbaiki kelemahan-kelemahan pasar.
4. Setelah selesai ikut bekerja dalam kegiatan Wirausaha (magang),
para siswa SMK diharapkan akan mempunyai kepribadian yang kuat,
sebagai berikut :
c. Memiliki semangat kerja keras
d. Mampu mengembangkan ide dengan baik
e. Memiliki sikap mental berwirausaha
f. Memiliki moral yang tinggi
g. Memiliki keterampilan berwirausaha
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
h.
Memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan
i.
Mengembangkan terus menerus meraih meraih dan
mengembangkan peluang
j.
Memiliki keinginan berprestasi.
2.
Tentu tindakan yang baik adalah membuat perencanaan dan catatan
yang akan dan telah dikerjakan siswa untuk kegiatan magang.
Membuat catatan kegiatan wirausaha dan menyusun laporannya
sangat penting, serta dapat dipresentasikan. Pelaksanaan
mempresentasikan catatan kegiatan wirausawan, dapat dirumuskan
dalam bentuk tertulis. Adapun catatan-catatan kegiatan wirausaha
adalah mengenai keberhasilan dan kegagalannya serta
permasalahannya, sehingga catatan tersebut menjadi bahan evaluasi
keberhasilan yang telah dibuat.
3.
Membuat catatan kegiatan Wirausaha, diantaranya meliputi :
a. Kegiatan-kegiatan jual beli dalam bisnis dan perdagangan;
b. Kegiatan-kegiatan dalam bidang geodesi
c. Kegiatan-kegiatan utang piutang;
d. Kegiatan-kegiatan kerja dalam pabrik
diberbagai macam barang
dan jasa;
e. Kegiatan-kegiatan dalam bangunan
f. Kegiatan-kegiatan dalam pengawasan kerja;
g. Kegiatan-kegiatan promosi dagang atau bisnis;
h. Kegiatan-kegiatan dalam bidang arsitektur dan sipil;
i.
Kegiatan-kegiatan proses produksi;
j.
Kegiatan-kegiatan pendistribusian produk;
k.
Kegiatan-kegiatan transportasi
l.
Kegiatan-kegiatan bidang pariwisata.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Dari penjelasan materi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa
Wirausaha yang sukses itu salah satu kuncinya adalah harus mempunyai
nuansa karakteristik yang baik, positif, menarik dan simpatik. Keinginan
mau bekerja keras dan ada prestasi yang diukur dengan jelas
menunjukkan keberhasilan.
Cocoklah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 9 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 9.
Rumus :
Jumlahjawabanbenar
Tingkat penguasaan = ×X100%
100
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul seloanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 9.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
BAB III
P E N U T U P
Modul ini berusaha mengungkapkan bagaimana mengembangkan
ide menjalankan usaha terus berkembang dan meraih, mencari,
menciptakan peluang dalam mengembangkan kewirausahaan yang harus
dimiliki sukses. Setiap orang memiliki ide dan peluang yang tidak terbatas.
Tapi tidak semua ide dan peluang terus menerus diasah bagi setiap orang,
sehingga hilang tidak berguna.
Hal-hal mengembangkan ide dan menciptakan peluang sebuah
keharusan tidak bisa dihindari. Sebab ide adalah keberhasilan dan peluang
adalah kerja keras. Akhirnya sinergi ide dan peluang adalah keberlanjutan
usaha. Akhirnya tindakan ini sebagai langkah wirausaha memiliki bekal
untuk merencanakan pengelolaan Usaha Kecil dengan langkah dan
memahami menganalisis peluang usaha. Ide dan peuang dalam bisnis
dapat terjadi dalam semua aspek kehidupan masyarakat dalam
menjalankan kegiatan ekonominya.
Akhirnya modul ini dilanjutkan pada tingkat penguasaan 80% bila
tidak tercapai dilakukan kegiatan remedial. Untuk itu langkah melakukan
baca ulang modul ini menjadi syarat mutlak untuk mengikuti modul
selanjutnya.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
DAFTAR PUSTAKA
Bygrave, William D., 1996, The Portable MBA; Entrepreneurship,
terjm. Dyah Ratna Permatasari, Binarupa Aksara, Jakarta
Meredith, Geoffrey G., Et. Al., 2000, Kewirausahaan; Teori dan
Praktek, terjm. Andre Asparsayogi, Pustaka Binaman
Pressindo, Jakarta
Suryana,2003, Kewirausahaan,; Pedoman praktis, Kiat dan Proses
Menuju Sukses, Salemba Empat, Bandung
Joe Setyawan, 1994, Strategi efektif berwirausaha; mencakup studi
kelayakan usaha, Gramedia, Jakarta
Ating Tedjasutisna, 2004, Memahami kewirausahaan, SMK; untuk
semua bidang keahlian, Armico, Bandung
M. Tohar, 2000, Membuka Usaha Kecil, Kanisius, Jakarta
Rusman Hakim, 1998, Kiat sukses berwiraswasta; mengatasi krisis
etika dan krisis motivasi, Gramedia, Jakarta
M.J.Morris, 1995, Usaha kecil yang berhasil; bagaimana
mempersiapkannya, Arcan, Jakarta
Kusmini Adiputro, Umi Nur Rochjati, Setyo Ferry Wibowo, 2001,
Kewirausahaan untuk tingkat 1 SMK, Yudhistira,
Jakarta
Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz, 2002, Kewirausahaan;
suatu pendekatan kontemporer, UPP AMP YKPN,
Yogyakarta
Kusmini
Adiputro, Umi Nur Rochjati, Setyo Ferry Wibowo, 2001,
Kewirausahaan untuk tingkat 3 SMK, Yudhistira,
Jakarta
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
9
KEWIRAUSAHAAN SMK
KIAT MENGEMBANGKAN IDE
DAN MERAIH PELUANG
Penanggung Jawab :
Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A
Pengembang dan Penelaah Model :
Dr. H. Ahman, M.Pd.
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Dra. Neti Budiwati, M.Si
Drs. Endang Supardi, M.Si
Drs. Ani Pinayani, M.M
Penulis :
Drs. Ikaputera Waspada, M.M
Bekerjasama dengan :
LEMBAGA PENELITIAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2004
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Glosarium iii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Deskripsi 1
B . Prasyarat 2
C. Petunjuk Penggunaan Modul 2
D. Tujuan Akhir 3
E. Kompetensi 4
F. Cek Kemampuan 4
BAB II KIAT MENGEMBANGKAN IDE DAN MERAIH PELUANG 5
A. Rencana Belajar Siswa 5
B. Bekerja dalam kegiatan wirausaha 6
C. Menggali Karakteristik Wirausaha 20
D. Menggali Wirausaha dalam Bisnis 26
BAB III EVALUASI 28
A. Insrumen Penilaian 28
B. Kunci Jawaban 28
29
BAB IV PENUTUP 34
DAFTAR PUSTAKA 35
MODUL
9
KIAT MENGEMBANGKAN IDE
DAN MERAIH PELUANG
IKAPUTERA WASPADA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Deskripsi
Modul ini mengungkapkan bagaimana mengembangkan ide
menjalankan usaha terus berkembang dan meraih, mencari,
menciptakan peluang dalam mengembangkan kewirausahaan yang
harus dimiliki sukses. Hal yang dimaksudkan adalah mengembangkan
keberanian melahirkan ide, mengembangkan ide dan terus menerus
menciptakan peluang berusaha dengan optimal. Setiap orang memiliki
ide dan peluang yang tidak terbatas. Tapi tidak semua ide dan peluang
terus menerus diasah bagi setiap orang, sehingga hilang tidak berguna.
Untuk itu perlu dilakukan pendekatan formal melalui persekolahan
bahwa mengembangkan ide dan meraih peluang sebanyak-banyaknya
diperlukan secara dini.
Hal-hal mengembangkan ide dan menciptakan peluang sebuah
keharusan tidak bisa dihindari. Sebab ide adalah keberhasilan dan
peluang adalah kerja keras. Akhirnya sinergi ide dan peluang adalah
keberlanjutan usaha. Akhirnya tindakan ini sebagai langkah wirausaha
memiliki bekal untuk merencanakan pengelolaan Usaha Kecil dengan
langkah dan memahami menganalisis peluang usaha. Ide dan peuang
dalam bisnis dapat terjadi dalam semua aspek kehidupan masyarakat
dalam menjalankan kegiatan ekonominya.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Siswa SMK yang memiliki kekhasan kompetensi tertentu dipersiapkan
sebagai tenaga praktek medium untuk memasuki dunia industri dan
teknologi, Manajemen dan Bisnis, serta mengembangkan
kesejahteraan sosial dan pariwisata masyarakat. Akhirnya siswa SMK
mampu ikut dalam kegiatan ekonomi secara luas. Untuk itu
pengenalan secara dini kepada siswa SMK dalam mengembangkan dan
mengenalkan kewirausahaan dalam dirinya melalui pengembangan ide
dan meraih peluang adalah mengejar tujuan-tujuan yang berhubungan
dengan kemampuan-kemampuan dan keterampilan-keterampilan yang
dimiliki.
B.
Prasyarat
Modul ini diikuti setelah memahami modul sebelumnya dengan tingkat
keterukuran yang dipersyaratkan. Modul ini diikuti dengan pemahaman
pentingnya ide dan peluang yang memiliki sebagai dasar kesadaran
tinggi dari pembacanya. Hal ini ditandai dengan terlebih dahulu
memahami karakterisitik wirausaha dan kemampuan mengaktualisasi
sikap dan prilaku wirausaha. Sebab dengan kondisi tersebut wirausaha
telah memiliki dasar memahami dan mengidentifikasi sikap dan
perilaku wirausaha, menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif,
merumuskan solusi masalah dan membuat keputusan.
C.
Petunjuk penggunaan modul
1. Bagi siswa :
a.
Baca dengan cermat bagian pendahuluan modul ini dengan
memahami bagaimana mempelajari modul ini tepat dan benar
b. Memahami langkah-langkah belajar yang harus dilakukan siswa
dengan benar
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
c.
Kelengkapan bantu yang harus dipersiapkan bila membaca modul
ini
d. Memahami keterukuran hasil yang dapat dilakukan siswa
e.
Memiliki reward yang dapat ditunjukkan setelah mempelajari modul
ini
2. Bagi guru :
a.
Baca dengan cermat maksud dan tujuan bagian pendahuluan
modul ini dengan memahami bagaimana mempelajari modul ini
dengan tepat dan benar
b. Memberikan bantuan bagi siswa dalam mempersiapkan membaca
modul ini
c.
Membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dalam modul ini
d. Membantu siswa dalam menggunakan buku bantu tambahan
sebagai sumber belajar
e.
Merencanakan tenaga ahli/pendamping yang membantu tugas guru
f.
Memberikan bimbingan dalam menyelesaikan tugas yang
dibebankan pada siswa
g. Melakukan
penilaian hasil kegiatan belajar sebagai proses
keberhasilan dan kemajuan siswa
D. Tujuan akhir
a.
Hasil mempelajari modul ini siswa memahami dengan alat
keterukuran yang dimilki
b.
Siswa dapat melakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam
menjalankan bisnisnya
c.
Siswa dapat melakukan dalam kehidupan secara luas
d.
Siswa dapat mengembangkan diri secara optimal
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
E.Kompentensi
Modul ini berkompetensi mengaktualisasikan ide dan peluang usaha
dalam mengembangkan perilaku kewirausahaan yang harus dimilki siswa
sebagai bentuk ketercapaian hasil proses kegiatan belajar, yang dapat
dikembangkan bagi seorang wirausaha dan kehidupan di masyarakat. Sub
kompetensi yang diharapkan adalah Mengidentifikasi dan menganalisis
prilaku wirausaha dalam meraih menganalisis peluang usaha secara dini
dan mampu dikembangkan pada diri sendiri.
F. Cek kemampuan
1. Apakah ada Ide ?
2. Apakah yang ada dipikiran anda tentang ide ?
3. Bagaimana cara-cara melahirkan ide ?
4. Apakah ada peluang?
5. Apakah yang ada bayangkan dengan peluang ?
6. Bagaimana mengembangkan peluang ?
7. Mengapa mengembangkan ide
dan peluang usaha penting bagi
wirausaha ?
G. Glosarium
1. Magang adalah ikut belajar bekerja dalam kegiatan usaha atau
bisnis wirausaha dengan perusahaan tertentu pada bidang
tertentu pula
2. Diskusi adalah komunikasi kelompok dalam bentuk pertukaran
keterangan atau pendapat mengenai sesuatu persoalan atau
masalah dengan maksud mendapat keterangan yang lebih
lengkap dan jelas dengan mengambil keputusan serta dapat
dikembangkan lebih lanjut
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. Kewirausahaan sebagai suatu proses yakni proses penciptaan
sesuatu yang baru (krasi baru) dan membuat sesuatu yang
berbeda dari yang sudah ada (inovasi)
4. Sekolah kejuruan adalah sekolah menengah yang khas dengan
mengembangkan kompetnsi dasar kejuruan yang dibutuhkan
dunia kerja.
5. peluang pasar adalah suatu situasi beradanya kombinasi dari
faktor-faktor yang menciptakan potensi untuk menjual produk
atau jasa perusahaan.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
BAB II
KIAT MENGEMBANGKAN IDE DAN MERAIH PELUANG
A.Rencana Belajar
Dalam mempelajari modul ini dapat dilakukan dengan rincian kegiatan
sebagai berikut ini.
KEGIATAN WAKTU/TAHAP TEMPAT
KEGIATAN
TANDA
Mengkaji Mandiri 3 x 45 menit Di Sekolah
Berdiskusi 2 x 45 menit Di Sekolah
Latihan dan simulasi 2 x 45 menit Di Sekolah
Pengamatan
lapangan
3 x 45 menit Dunia Usaha
B. Kegiatan Belajar 1
a. Tujuan pembelajaran 1
Siswa dapat mengembangkan ide dan peluang dengan bebas dan
memahami pentingnya mengembangkan ide dan meraih peluang dengan
tapat.
b. Uraian materi 1
A. MASALAH USAHA
Pada dasarnya ide dan peluang dapat tumbuh di mana saja, kapan
saja oleh siapa saja. Semakin banyak ide yang muncul semakin kreatif
manusia meraih peluang. Semakin banyak meraih peluang semakin
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
banyak manusia mengembangkan keberhasilan. Tahapan tersebut semua
dapat muncul disebabkan :
Ilham
Belajar
Berlatih
Pengalaman
ketertekanan
Semua tindakan tersebut harus dapat diukur. Sebab banyak ide dan
peluang yang muncul tapi banyak pula yang sulit diukur keberhasilannya.
Untuk tingkat persekolahan SMK mengembangkan ide dan peluang dapat
muncul dari :
1. Proses Pembelajaran
2. Hasil diskusi kelompok
3. Studi Banding
4. Praktek kerja lapangan
5. Pengalaman
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Meraih ide dan peluang berwujud dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja
B. BEKERJA DALAM KEGIATAN WIRAUSAHA
1. Magang
Sekolah kejuruan adalah sekolah menengah yang khas
dengan mengembangkan kompetnsi dasar kejuruan yang
dibutuhkan dunia kerja. Sekolah ini tidak dimiliki secara luas di masingmasing
daerah. Sekolah yang didasarkan pada kebutuhan dan
kemampaun potensial dari daerah masing-masing. Sekolah kejuruan
masih mengalami keterbatasan dalam hal kuantitas dan kualitas guru,
pelatih dan fasilitas serta peralatan praktek. Oleh karena itu, dunia
pendidikan dan pengajaran di tingkat kejuruan hendaknya mulai
didekatkan dengan dunia bisnis, dunia industri dan dunia kerja di
lapangan secara terpadu. Apa yang telah dirintis dalam dunia kejuruan
diharapkan mampu menjadi warna dasar kemampuan tingkat menengah
di masyarakat secara luas. Agar sekolah-sekolah kejuruan dapat
mengembangkan pengajaran yang mempersiapkan manusia-manusia
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
wirausaha, diperlukan adanya pula sinergi, kerjasama yang efektif dan
efisien antara sekolah, keluarga, masyarakat pemakai industri tenaga
kerja, dan dunia ekonomi pada umumnya. Sinergi ini diharapkan terus
menerus tumbuh dan berkembang dengan memiliki dasar mengembang
ide dan meraih peluang sebanyak-banyaknya.
Para siswa Kejuruan (SMK) lebih memahami dan menghayati
kegiatan para wirausaha dan semangat berusaha, diharapkan para siswa
dapat melaksanakan magang. Apa yang dimaksud dengan magang itu?
Magang adalah ikut belajar bekerja dalam kegiatan usaha atau bisnis
Wirausaha dengan perusahaan tertentu pada bidang tertentu pula.
Dengan kata lain, magang adalah ikut bekerja usaha yang diakui
berstandar kurikulum tertentu dalam suatu perusahaan yang telah
ditentukan. Pemahaman ini menempatkan siswa memiliki pemahaman
dasar dari bidang-bidang yang dipelajari dengan standar-standar kerja
yang telah ditetapkan.
Hidup ini tidak hanya dipelajari secara formal tapi kegiatan informal
dan pengalaman pribadi mampu menjadi cermin keberhasilan. Pada
umumnya , ada suatu kekeliruan pandangan bahwa segala sesuatu yang
perlu diketahui dalam hidup ini, dapat diajarkan semuanya melalui
pendidikan formal. Kenyataannya, pendapat seperti itu tidak sepenuhnya
tepat, ketekunan dan ketajaman pengamatan dalam kegiatan magang,
justru mampu mengantarkan siswa untuk menarik berbagai pelajaran
usaha atau bisnis yang berguna untuk diterapkan sendiri dalam
berwirausaha.
Masyarakat diberikan kebebasan memilih kompetensi yang
ditingkatkan sesuai dengan jenjang pengajarannya. Sampai saat ini minat
siswa SMP untuk menekuni pendidikan jalur kejuruan masih rendah. Kita
tidak dapat menutup mata terhadap kenyataan tentang mutu pribadi dari
sebagian besar para lulusan SMK. Sebagian besar para lulusan SMK,
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
begitu selesai studinya, cenderung untuk berupaya mencari pekerjaan
dan terbatas informasi. Suatu kenyataan yang perlu direnungkan adalah
bahwa kebanyakan para siswa SMK setelah selesai studinya berperan
sebagai buruh pabrik, pegawai dan sebagainya jarang para tamatan SMK
yang mau dan mampu menciptakan serta mengembangkan pekerjaan,
baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Dalam rangka mengatasi
permasalahan di atas, salah satu pendidikan dapat dilakukan melalui
magang atau ikut bekerja di dalam kegiatan Wirausaha yang sangat
sangat penting. Kegiatan magang biasa dilakukan pada Siswa SMK saat
melakukan praktek kerja lapangan. Selama ini maknanya hanya terbatas
pada proses pembelajaran saja sehingga kemampuan mengembangkan
ide dan menangkap peluang tidak teruji dengan baik. Kemampuan siswa
mengembangkan diri sebagai wirausaha diharapkan kegiatan magang
melahirkan keberhasilan-keberhasilan mengembangkan ide dan
menciptakan peluang.
Secara umum dapat dikatakan, jika mereka menjadi wirausaha
maka akan menjadi orang yang memiliki potensi untuk berprestasi.
Mereka senantiasa akan memiliki motivasi yang tinggi untuk maju di
dalam berwirausaha. Dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun, jika
mereka menjadi Wirausaha maka akan mampu menolong dirinya sendiri di
dalam mengatasi permasalahannya. Karena itu, setelah selesai ikut
bekerja dalam kegiatan Wirausaha (magang), para siswa SMK diharapkan
akan mempunyai kepribadian yang kuat, sebagai berikut :
a. Memiliki semangat kerja keras
b. Mampu mengembangkan ide dengan baik
c. Memiliki sikap mental berwirausaha
d. Memiliki moral yang tinggi
e. Memiliki keterampilan berwirausaha
f. Memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
g. Mengembangkan terus menerus meraih meraih dan mengembangkan
peluang
h. Memiliki keinginan berprestasi.
2. Membuat catatan kegiatan Wirausaha.
Wirausaha yang baik mampu mengingat kembali kegiatan yang
telah dikerja dan mengevaluasi rencana yang akan datang. Tentu tidak
semua wirausaha mampu mengingat kembali pekerjaan yang telah
diselesai dengan baik. Tentu tindakan yang baik adalah membuat
perencanaan dan catatan yang telah dikerjakan. Membuat catatan
kegiatan wirausaha dan menyusun laporannya sangat penting, serta dapat
dipresentasikan. Pelaksanaan mempresentasikan catatan kegiatan
wirausawan, dapat dirumuskan dalam bentuk tertulis. Adapun catatancatatan
kegiatan wirausaha adalah mengenai keberhasilan dan
kegagalannya serta permasalahannya, sehingga catatan tersebut menjadi
bahan evaluasi keberhasilan yang telah dibuat.
Membuat catatan kegiatan Wirausaha, diantaranya meliputi :
a.
Kegiatan-kegiatan jual beli dalam bisnis dan perdagangan;
b. Kegiatan-kegiatan dalam bidang geodesi
c.
Kegiatan-kegiatan utang piutang;
d. Kegiatan-kegiatan kerja dalam pabrik
diberbagai macam barang dan
jasa;
e.
Kegiatan-kegiatan dalam bangunan
f.
Kegiatan-kegiatan dalam pengawasan kerja;
g. Kegiatan-kegiatan promosi dagang atau bisnis;
h. Kegiatan-kegiatan dalam bidang arsitektur dan sipil;
i.
Kegiatan-kegiatan proses produksi;
j.
Kegiatan-kegiatan pendistribusian produk;
k.
Kegiatan-kegiatan transportasi
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
l.
Kegiatan-kegiatan bidang pariwisata.
Semakin banyak wirausaha semakin maju negara. Sebab tuntutan
inovasi dan kreativi8tas wirausaha tinggi. Kreativitas Wirausaha rasanya
sejalan dengan trend yang sedang menjamur di negara-negara maju dan
sedang berkembang. Para Wirausaha semakin menonjol, memainkan
peranan strategis dan bermutu dalam masyarakat. Dalam proses
pengembangan kewirausahaan, kita perlu melakukan kegiatan banding
dengan pengalaman yang terjadi di negara-negara maju. Setelah dihayati
dan diamati secara mendalam pada waktu magang, ternyata kegiatan
Wirausaha itu sangat luas, yakni meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.
a.
Dalam bidang usaha promosi, meliputi :
? menciptakan makna baru suatu produk;
? memberikan promosi terhadap jasa;
? memberikan nilai tambah pada produk.
b. Dalam bidang usaha angkutan, meliputi :
? memberi peran baru pada transportasi
? mengerahkan armada angkutan
c.
Dalam bidang usaha perawatan komputer, meliputi :
? teknisi dalam perawatan dan perbaikan;
? menciptakan nilai tambah pada komputer yang rusak untuk dibeli,
diperbaiki, kemudian dijual kembali.
d. Dalam bidang usaha tataboga, meliputi :
? menciptakan peluang baru dari kesibukan dan memberi nilai
tambah pada masakan tradisional;
? memasarkan fast food khas Indonesia
? menciptakan masakan-masakan dan menu baru
e.
Dalam bidang usaha pelayanan SDM, meliputi :
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
?
memberi pelatihan keterampilan menyusun bata, gambar dengan
Auto cad, seni batik, seni ukir, seni keramik, seni lukis, senia suara,
seni musik, dan sebagainya.
?
memberi bimbingan kepada pengrajin, calon Wirausaha, dan
sebagainya
?
melaksanakan kursus-kursus keterampilan.
f.
Dalam bidang usaha olahan, meliputi :
?
Menciptakan peluang baru dari bahan antara bahan baku dan
kebutuhan konsumen, memberi nilai tambah pada bahan baku
melalui proses olahan;
? Mendayagunakan teknologi untuk mengolah bahan baku;
? Memasarkan produk yang dibutuhkan konsumen.
g. Dalam bidang usaha rekruitmen, meliputi
? pelatihan sumber daya manusia dan kemampuan menjual;
? membekali pengetahuan dan keterampilan menjual;
? mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja penjual dan
kebutuhan pencari kerja.
h. Dalam bidang usaha perkreditan, meliputi :
? mempertemukan kebutuhan pemasok dan pemakai;
? menciptakan peluang baru dari kesulitan pengadaan uang kas dan
penjualan barang;
? memberikan nilai tambah pada uang kas dan barang modal atau
barang konsumsi;
i.
Dalam bidang usaha pembekalan, meliputi :
? mendayagunakan modal kedua belah pihak dengan manajemen
waktu;
? menjamin mutu dan kesinambungan pemasok;
? menciptakan peluang baru dari budaya ingin dilayani;
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
?
memberi nilai tambah pada barang modal atau produk jadi yang
dibutuhkan.
j.
Dalam bidang usaha cenderamata, meliputi :
? Pelatihan SDM pengembangan cenderamata
? menciptakan sendiri cenderamata yang unik;
? memasarkan hasil kerajinan khas daerah yang potensial untuk
dijadikan cenderamata.
? Mengembangkan pasar-pasar cenderamata
k.
Dalam bidang usaha bangunan, meliputi
? pelatihan sumber daya manusia dan kemampuan gambar sesuai
dengan perkembangan teknologi;
? pelatihan sumber daya manusia dan kemampuan bidang
memplester tembok;
? membekali pengetahuan dan keterampilan menjual hasil gambar;
? mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja dan kebutuhan
pencari kerja.
l.
Dalam bidang usaha geodesi, meliputi
? pelatihan sumber daya manusia di bidang survei pemetaan
? Mengembangkan kemampuan survai pemetaan;
? membekali pengetahuan dan keterampilan survai pemetaan;
? mempertemukan kebutuhan akan tenaga kerja dan kebutuhan
pencari kerja dibidang survai dan pemetaan.
m. Dalam bidang usaha busana, meliputi :
? Melahirkan ahli-ahli madya bidang desain-desain
? menciptakan peluang baru dari desain yang ada dan
? memberi nilai tambah pada pada pakaian tradisional;
? memasarkan hasil-hasil desain khas Indonesia
? menciptakan sinergi desain-desain baru dan peraga busana baru
n.
Dalam bidang usaha pariwisata, meliputi :
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
? menciptakan peluang baru dari kesibukan keterbukaan dunia
internasional dan memberi nilai tambah pada daerah-daerah
wisata;
? memasarkan produk-produk wisata khas Indonesia
? menciptakan produk-produk khas indonesia untuk wisata.
Catatan kegiatan Wirausaha yang lainnya, adalah sebagai berikut :
a. Dalam bidang produksi
Kegiatan produksi dapat diklasifikasikan dalam tiga tingkatan :
1) Produksi primer
Kegiatan Produksi primer mengacu pada kegiatan penggalian sumber
yang tersedia dalam bumi dan alam. Termasuk dalam kegiatan ini
adalah kehutanan, kelautan, pertanian, pertambangan, energi, dan
perikanan.
2) Produksi sekunder
Kegiatan Produksi sekunder mangacu pada kegiatan pemanfaatan
sumber daya alam, atau bahan baku yang di proses dan diolah
menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Termasuk dalam
kegiatan ini adalah pabrikasi komponen-komponen yang diassembling
menjadi barang industri atau barang konsumsi.
3) Produksi tersier
Produksi tersier mengacu pada kegiatan yang lebih dominan
menghasilkan jasa dibanding dengan tangible goods. Jasa yang
dihasilkan misalnya dosen, dokter, guru, insinyur, restoran, angkutan,
dan sebagainya.
b. Dalam bidang distribusi
Dalam kegiatan ekonomi yang berjalan maka kegiatan produksi terus
berjalan pula sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Untuk itu agar
produksi tidak terjadi penumpukan di satu daerah tertentu maka
kegiatan disitribusi harus dilakukan. Distribusi mengacu pada kegiatan
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
pergerakan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen atau
produsen, distributor dan langsung ke konsumen.
c. Dalam bidang konsumsi
Tolak ukur dari keberhasilan produsen, biasanya dilihat dari tingginya
permintaan barang dan jasa. Jaringan distribusi membawa barang dan
jasa kepada konsumen serta merefleksikan tingkat permintaan akan
barang dan jasa.
? Pengenalan diri adalah awal seorang Wirausaha untuk dapat
mengenali diri sendiri, mengenali lingkungan, mengindera peluang
bisnis dan mengerahkan sumber daya, guna meraih peluang bisnis.
? Wirausaha akan dapat hidup sukses bila mampu mampu mengenal
dengan baik pelanggan, memelihara hubungan yang baik dengan
pemasok dan pelanggan.
? Penganalan bisnisnya dengan baik, untuk memiliki maupun
menggunakannya, agar pelanggan memberikan citra yang baik
Wirausaha tidak dibatasi dalam kegiatan ekonomi saja, tapi aspek-aspek
lain yang mampu mempengaruhi kegiatan ekonomi dapat dikatakan
sebagai wirausaha. Oleh karena itu berdasarkan pengamatan penulis,
kegiatan Wirausaha sangat luas. Dari hasil catatan kegiatan Wirausaha, di
bawah ini diuraikan lagi sebagai berikut.
1) Kegiatan hasil pariwisata
Kegiatannya dalam usaha pengumpulan produk-produk wisata, paket
wisata, memperkenalkan daerah-daerah wisata, dan cederamata khas
daerah-daerah tertentu dan Indonesia. Bukan hal yang mustahil jika
kemudian kegiatan Wirausaha sebagai eksport-impor pariwisata yang
bertaraf internasional.
2) Kegiatan hasil pertanian
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Kegiatannya dalam usaha pengumpulan hasil-hasil olahan
pertanian/perkebunan/kehutanan, hasil bumi, hasil hutan, dan hasil
perkebunan. Bukan hal yang mustahil kemudian berkembang kegiatan
Wirausaha sebagai eksport-impor agrobisnis yang bertaraf
internasional di bidang pertanian.
3)
Kegiatan hasil kerajinan rakyat
Kegiatan ini disasarkan pada bidang kegiatan yang bersifat kekhasan
daerah-daerah tertentu yang mempengaruhi kegiatan masyarakat.
Kegiatannya bisa dimulai sebagai pedagang pikulan mulai dari sayursayuran,
makanan khas daerah, berlanjut dengan pembukaan kios-kios
di daerah tujuan wisata, kemudian berakhir sebagai ekspor-impor
cinderamata ke mancanegara.
4)
Kegiatan hasil industri
Kegiatannya berpusat pada barang-barang konsumsi hasi produksi
aneka industri seperti makanan dan minuman dalam kaleng, kosmetik,
obat-obatan, dan sebagainya.
5)
Kegiatan hasil industri mesin
Bentuk Kegiatannya bertumpu pada bidang hasil industri mesin dan
logam, serta peralatan, sepertijmk alat-alat pertanian, perbengkelan,
alat-alat kantor, otomotif dan sebagainya.
5). Kegiatan hasil dari bangunan
Kegiatannya bertumpu pada bidang hasil-hasil bangunan dan survai
pemetaan, serta peralatan-peraralatan bangunan, seperti alat-alat
potong kayu, peralatan menembok, perbengkelan, alat-alat meja
gambar dan komputer dengan program outocad dan sebagainya.
3. Mempresentasikan hasil catatan
Pada umumnya kita tidak selamanya ingat akan tindakan kegiatankegiatan
dalam pengamatan terhadap kegiatan usaha Wirausaha.
Pengetahuan mencatat kegiatan usaha Wirausaha, sangat bermanfaat
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
dalam membantu mengetahui hasil-hasil yang telah dicapai. Mencatat
hasil kegiatan usaha Wirausaha, merupakan ungkapan perasaan dan
kemampuan yang dibantu alam pikiran untuk disampaikan kepada orang
lain. Merumuskan masalah-masalah bermanfaat bagi perkembangan
mengumpulkan hasil catatan, menginterprestasikan data-data, serta
menarik kesimpulannya. Pada waktu mempresentasikan hasil penghayatan
kegiatan Wirausaha di dalam diskusi, diharapkan kelompok-kelompok
diskusi membuat catatan-catatan sebagai bahan tanggapan.
Presentasi hasil penghayatan kegiatan Wirausaha pada umumnya,
berhubungan dengan :
a.
Pola kerja keras para wirausaha
b. Pola pikir positif dalam berwirausaha;
c.
Kemauan untuk maju dalam berwirausaha;
d. Keuletan di dalam berwirausaha;
e.
Perjuangan di dalam berwirausaha;
f.
Kejujuran di dalam berwirausaha;
g. Keyakinan kepada ilmu dan spiritual di dalam berwirausaha;
h. Disiplin di dalam berwirausaha.
Mencatat kegiatan Wirausaha merupakan ungkapan perasaan dan
kemampuan yang dibantu alam pikiran dan keterampilan untuk
disampaikan kepada orang lain. Dari hasil presentasi penghayatan
kegiatan Wirausaha, para kelompok diskusi nantinya akan :
a.
Memahami arti perjuangan dan ciri-ciri Wirausaha
b. Memahami
pentingnya Wirausaha dalam memajukan kehidupan
pribadi, keluarga, bangsa, dan negara;
c.
Mengenal bidang-bidang dan jenis-jenis Wirausaha;
d. Mengenal langkah-langkah strategis para wirausaha.
Presentasi hasil catatan kegiatan Wirausaha yang dilakukan harus
terorganisir, dipersiapkan dengan baik, menarik, dan fleksibel. Dari hasil
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
penghayatan kegiatan Wirausaha, dapat dipresentasikan bahwa faktorfaktor
yang menunjang keberhasilannya adalah sebagai berikut :
a.
Wirausaha, bekerja dengan keiklasan
b. Wirausaha, bekerjanya dengan penuh keyakinan.
c.
Wirausaha, bekerjanya dengan penuh ketekunan dan tekad yang
terarah.
d. Wirausaha, bekerjanya dengan menjalankan pola pikir dengan gagasan
yang positif
e.
Wirausaha, bekerjanya didasarkan pada :
? Profesional dan kompetensi diri
? kemampuan sendiri
? bakat yang dimiliki
? pengalaman sendiri
? penuh kesungguhan dalam berusaha
f.
Wirausaha, bekerjanya dengan penuh semangat, kegairahan, dan
ketabahan.
g. Wirausaha, bekerjanya tidak terpengaruh oleh pekerjaan lain
? Keberhasilan Wirausaha tergantung kepada kesediannya untuk
bertanggung jawab atas pekerjaannya.
? Wirausaha cenderung mudah jenuh terhadap segala kemapanan
hidup, untuk kemudian bereksprimen dengan inovasi-inovasi baru.
?
Wirausaha cenderung tidak cepat puas diri selalu ingin terus maju
dan berkembang
4. Mendiskusikan hasil catatan kegiatan Wirausaha
Raymond, W.Y. Kao (1995), menyebutkan kewirausahaan sebagai
suatu proses yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan
membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). Adapun
tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
bagi masyarakat. sedangkan Wirausaha mengacu pada orang yang
melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan atau kekayaan dan nilai
tambah melalui penetasan gagasan serta memadukan gagasan tersebut
menjadi kenyataan.
Wirausaha sealu berusaha mengembangkan ide dan menciptakan
peluang kegiatan yang bermafaat. Untuk itu kegiatan Wirausaha telah
lama mengenal dan melakukan perencanaan strategis bagi perusahaannya.
Kebutuhan akan kewirausahaan semakin meningkat dikarenakan
munculnya permasalahan seperti :
a.
Semakin sedikit pegawai-pegawai yang pintar dan memiliki ide-ide
brilian dari suatu organisasi dikarenakan mereka lebih memilih untuk
menjadi seorang Wirausaha.
b. Ketidakpercayaan akan metode-metode tradisional dalam manajemen
suatu organisasi.
c.
Semakin banyak dan berkembang pesaing yang masing-masing
mempunyai keunggulan.
Begitu pula, seorang Wirausaha mempunyai peranan untuk mencair
kombinasi-kombinasi baru, yang merupakan gabungan dari :
? Pengenalan teknologi baru
? pengenalan barang dan jasa baru
? metode produksi baru
? organisasi industri baru
? sumber bahan mentah baru
? pasar-pasar baru.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Penggunaan salah satu
alat teknologi yang
dimanfaatkan dengan
baik, sebagai usaha
optimalisasi komputer
dan internet
Semua hasil catatan kegiatan Wirausaha perlu didiskusikan, baik melalui
kelompok maupun pleno. Jika demikian, diskusi itu apa? Diskusi adalah
komunikasi kelompok dalam bentuk pertukaran keterangan atau pendapat
mengenai sesuatu persoalan atau masalah dengan maksud mendapatkan
keterangan yang lebih lengkap dan dapat dikembangkan lebih lanjut.
Perkataan diskusi berasal dari bahasa Inggris discuss yang artinya
membicarakan, merundingkan. Menurut kamus Bahasa Indonesia, diskusi
adalah perundingan untuk bertukar pikiran tentang sesuatu masalah.
Adapun pentingnya diskusi adalah sebagai berikut :
a. Memperbicangkan suatu masalah kegiatan usaha Wirausaha
b. Pertemuan antara sejumlah orang
c. Menyangkut kepentingan bersama atau kepentingan umum
d. Berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu.
Di dalam diskusi hasil catatan kegiatan usaha Wirausaha,
hendaknya diarahkan untuk membahas atau memperbincangkan
permasalahan melalui pengumpulan pendapat-pendapat para peserta
tersebut, dipresentasikan menjadi suaut pendapat bersama secara
obyektif; dalam konteks para kelompok diskusi diharapkan adanya :
a. Sikap disiplin, tertib, dan diorganisir dengan baik;
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
b. Saling menyumbangkan pendapat dan argumentasi;
c.
Saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain;
d. Saling berkomunikasi dan berorientasi;
e.
Kesediaan berkorban dan berbagi pengalaman satu sama lain;
f.
Mempunyai sifat positif
Pada waktu pelaksanaan diskusi, setiap kelompok harus
merumuskan hasilnya dalam bentuk tertulis. Sedangkan pada waktu
presentasi hasil diskusi kelompok, diharapkan kelompok-kelompok lainnya
dapat mengikuti dengan cermat dan membuat catatan-catatan hasil
pengamatannya. Adapun pelaksanaan diskusi dari hasil catatan penugasan,
dapat diuraikan sebagai berikut :
a.
Diskusi-diskusi kelompok membahas setiap hasi kegiatan Wirausaha,
baik di dalam kelas maupun di luar kelas, untuk menyusun laporan
yang akan dilaporkan lebih lanjut pada diskusi kelas.
b. Mengadakan diskusi-diskusi kelompok, untuk menyusun perangkatperangkat
laporan hasil belajar dan kegiatan yang telah dilakukan para
peserta diskusi, baik dalam studi kepustakaan maupun dalam studio
audio visual.
c.
Diskusi kelas atau pleno untuk menyajikan dan membahas laporanlaporan
kerja kelompok-kelompok. Diskusi kelas dapat dilakukan untuk
membahas setiap hasil belajar kelompok. Para peserta diskusi secara
bergiliran, masing-masing kelompok menyajikan laporan hasil
penghayatan kegiatan Wirausaha. Sedangkan kelompok-kelompok
lainnya berusaha menyanggah, mengkritik, mendebat, memberi saran-
saran, dan sebagainya. Kelompok-kelompok penyaji berusaha untuk
mempertahankan naskah laporan dan menerima kritik yang telah
diajukan dari kelompok diskusi lainnya.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
?
Para Wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi kepada
tindakan dan bermotivasi tinggi yang mengambil risiko dalam
mengejar tujuan
?
Wirausaha adalah seorang nakhoda yang harus mampu
mengemudikan bahtera usahanya di tengah badai dan gelombang
dahsyat persaingan dalam bisnis.
c. Rangkuman
Pada dasarnya ide dan peluang dapat tumbuh di mana saja, kapan
saja oleh siapa saja. Semakin banyak ide yang muncul semakin kreatif
manusia meraih peluang. Semakin banyak meraih peluang semakin
banyak manusia mengembangkan keberhasilan.
Secara umum dapat dikatakan ide dan peluang dikembangkan di
kalangan wirausaha. Jika mereka menjadi wirausaha maka akan menjadi
orang yang memiliki potensi untuk berprestasi. Mereka senantiasa akan
memiliki motivasi yang tinggi untuk maju di dalam berwirausaha. Dalam
situasi dan kondisi yang bagaimanapun, jika mereka menjadi Wirausaha
maka akan mampu menolong dirinya sendiri di dalam mengatasi
permasalahannya.
d. Tugas
Cobalah tuliskan semua ide-ide yang ada dalam pikiran Anda dan uraikan
dengan singkat.
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
1. Apa yang dimaksud dengan magang bagi sekolah kejuruan?
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
2. Uraikan
bahwa wirausaha berusaha mengumpulkan informasi dari
berbagai sumber sebagai bahan membentuk gambaran sifat dan
keberadaan peluang pasar ?
B. Kunci Jawaban
1.
Sekolah kejuruan adalah sekolah menengah yang khas dengan
mengembangkan kompetensi dasar kejuruan yang dibutuhkan dunia
kerja. Sekolah ini tidak dimiliki secara luas di masing-masing daerah.
Sekolah yang didasarkan pada kebutuhan dan kemampaun potensial
dari daerah masing-masing. Sekolah kejuruan masih mengalami
keterbatasan dalam hal kuantitas dan kualitas guru, pelatih dan
fasilitas serta peralatan praktek. Oleh karena itu, dunia pendidikan dan
pengajaran di tingkat kejuruan hendaknya mulai didekatkan dengan
dunia bisnis, dunia industri dan dunia kerja di lapangan secara
terpadu. Apa yang telah dirintis dalam dunia kejuruan diharapkan
mampu menjadi warna dasar kemampuan tingkat menengah di
masyarakat secara luas. Agar sekolah-sekolah kejuruan dapat
mengembangkan pengajaran yang mempersiapkan manusia-manusia
wirausaha, diperlukan adanya pula sinergi, kerjasama yang efektif dan
efisien antara sekolah, keluarga, masyarakat pemakai industri tenaga
kerja, dan dunia ekonomi pada umumnya. Sinergi ini diharapkan terus
menerus tumbuh dan berkembang dengan memiliki dasar
mengembang
2. Untuk itu wirausaha berusaha mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber sebagai bahan membentuk gambaran sifat dan keberadaan
peluang pasar. Pendekatan ini dilakukan mampu menggambarkan :
a. Identifikasi faktor lingkungan bisnis
1.
kondisi dan kecenderungan perekonomian
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
2. situasi dan kecenderungan hukum dan peraturan
3. penempatan posisi dan dan kecenderungan teknologi
4. perubahan sosial yang relevan
5. kelamahan dan kemampuan lingkungan alam
b. Jenis dan industri dan pandangan mengenainya
1. Jenis industri
2. Ukuran sekarang dan 5 tahun mendatang
3. Praktek pemasaran di industri dan bisnis
4. Kecenderungan yang utama
5. Implikasi terhadap peluang
C. Analisis peluang utama
a. Deskripsi produk
b. Penempatan posisi pasar
c. Praktek pasar (distribusi, harga, promosi, pelayanan)
d. Perkiraan pangsa pasar
e. Reaksi terhadap pesaing
f. Implikasi terhadap peluang
D. Menciptakan profil pasar sasaran
a. Tingkatan dalam kebutuhan umum, jenis produk, merek
b. Fokus pemakai akhir
c. Profil pelanggan sasaran
d. Implikasi terhadap peluang
E. Susunan proyeksi penjualan
a. pendekatan formal dan atau intuitif
b. dijalankan atau tidak dijalankan
Untuk itu kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui :
1.Hasil pengamatan yang mendalam
2. Hasil riset
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. Pendapat dari para ahli dan praktisi yang bergelut dibidang masungmasing
Cocoklah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 9 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 9.
Rumus :
Jumlahjawabanbenar
Tingkat penguasaan = ×X100%
100
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul seloanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 9.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Kegiatan belajar 2.
a. Tujuan pembelajaran 2
Siswa dapat mengidentifikasi dan mengenal karakteristik wirausaha
dengan baik
b. Uraian Materi 2
A. MENGGALI KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
1. Ciri karakteristik Wirausaha
Wirausaha adalah orang yang mengorganisasi dan mengarahkan
usaha baru. Wirausaha berani mengambil risiko yang terkait dengan
proses memulai usahanya. Beberapa Wirausaha dapat terlahir dalam
suatu seni dengan mulai membuka kedai nasi, kios rokok, bengkel sepeda,
dan akhirnya terus berkembang menjadi besar dan sukses. Kebanyakan
dari mereka yang belajar menjadi Wirausaha, selalu mengikuti dan
mempelajari keberhasilan para Wirausaha yang berpengalaman. Mungkin
mereka telah mengagumi keberhasilan seseorang, kerabat, kawan, atau
dari orang tua.
Kegiatan ekonomi terus tumbuh dan berkembang. Kondisi ini
menyebabkan setiap orang berusaha mengembangkan diri dengan
kompetensi yang dimiliki untuk mengembangkan ide dan meraih peluang
yang terukur dan tingkat prestasi tertentu pula. Oleh karena itu ribuan
perusahan didirikan orang untuk mengembangkan diri. Perusahaan itu ada
yang bertahan dan berhasil, serta ada pula yang mengalami kegagalan.
Ada yang berkembang dan berhasil karena perusahaan tersebut dikelola
oleh wiausahawan yang berpengalaman dan tahu apa yang sedang
dilakukannya. Bakat seorang Wirausaha akan bertambah dan berkembang
berkat pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari
hasil interaksi dengan lingkungan.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada Wirausaha harus
terus menerus dikurangi, ia terus menerus bekerja keras, ia akan
berusaha belajar dari sesama profesi, memahami dan mengenal
lingkungan yang mampu mengembangkan dirinya serta mengenali
profesinya sendiri. Dalam setiap kasus, para pendiri perusahaan haus
meraih keberhasilan, mencari pengalaman dan pengetahuan mengenai
kewirausahaan. Wirausaha harus berusaha mengenali titik-titik
kelemahannya, untuk melakukan tindakan yang positif. Wirausaha
memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya
sendiri. Dari uraian tersebut di atas, terlihat ciri-ciri karakteristik
Wirausaha, sebagai berikut :
a.
Pemecah masalah
Wirausaha mempunyai pemahaman yang ingin mereka cari dan
dengan cepat dapat memecahkan masalah. Wirausaha mengetahui
bagaimana mengevaluasi alternatif-alternatif dalam memecahkan
masalah.
b. Pemikiran kreatif
Wirausaha yang kreatif akan membuat hidup lebih menyenangkan,
lebih menarik, serta akan menyediakan kerangka kerja dan dapat
bekerja sama dengan orang lain.
c.
Percaya diri untuk mengendalikan kerja
Wirausaha percaya diri untuk dapat mengendalikan kerja. Dengan
percaya diri, ia akan segera menyelesaikan masalah dan tegar dalam
mengejar sasaran bisnisnya.
d. Meyakini atas dasar MBO
Wirausaha dapat memahami situasi rumit yang mencakup
perencanaan, pengambilan keputusan, dan penyebaran ide-ide
bisnisnya. Wirausaha selalu menyadari adanya rincian yang penting
dan akan terus-menerus meninjau ulang semua kemungkinan untuk
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
mencapai sasaran dalam bisnisnya. Wirausaha meyakini manajemen
berdasarkan pada sasaran atau pada asas-asas MBO (Management by
Obyectives).
e.
Mengembangkan Ide-ide
Wirausaha mempunyai kebutuhan untuk mengembangkan ide-ide yang
tidak kunjung berakhir. Wirausaha hidup dengan kegiatan dan
kemungkinan menemukan kenikmatan dalam mengembangkan ideidenya.
f.
Penganalisisan kesempatan
Wirausaha akan menganalisis kesempatan-kesempatan dengan cepat
sebelum melibatkan diri. Wirausaha hanya akan bertindak setelah
yakin bahwa dalam usaha atau bisnis risikonya kecil. Inilah suatu ciri
yang membawa kesuksesan Wirausaha sementara orang lain
mengalami kegagalan.
g. Berorientasi pada prestasi
Wirausaha lebih menyukai peranan otot dan otak yang secara
langsung dapat mempengaruhi keberhasilan. Wirausaha mempunyai
dorongan memperagakan tingkat energi yang tinggi, berorientasi pada
prestasi dan tidak kenal lelah dalam mengejar tujuan.
h. Bekerja dengan jam kerja yang panjang
Wirausaha yang berhasil selalu bekerja dengan jam kerja yang
panjang. Waktu kerja yang panjang bukanlah hal yang unik bagi
Wirausaha. Wirausaha selalu menjadwalkan pertemuan-pertemuan
penting dalam pekan itu, sehingga Wirausaha mempunyai akhir pekan
untu kehidupan pribadinya.
Secara lebih rinci dan singkat, ciri-ciri karakteristik Wirausaha
adalah sebagai berikut :
a.
Semangat dan mau bekerja keras
b. Mengerti dengan jelas tentang tujuan dan prestasi.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
c.
Rajin, tekun, ulet, dan tabah demi keberhasilan usaha atau bisnis.
d. Tidak suka menunda-nunda pekerjaan.
e.
Percaya pada diri sendiri dalam melaksanakan tugas
f.
Memiliki motivasi untuk mencapai prestasi
g. Bekerja dengan
teliti dan cermat untuk menghindari kesalahankesalahan
h. Mampu mendayagunakan tugas secara efektif, efisien, dan kreatif
i.
Berkemauan keras untuk menyelesaikan tugas
j.
Berusaha untuk dapat menyelesaikan tugas.
Wirausaha dapat dianggap sebagai seorang pelopor, pemimpin dan
manusia yang mandiri, serta memiliki kemampuan tertentu. Seorang
Wirausaha mampu mengarahkan, mengendalikan, dan mengawasi
kegiatan bisnisnya dengan seksama serta bijaksana untuk memperoleh
keberhasilan di dalam usaha atau bisnisnya.
2. Sifat dan karakteristik Wirausaha.
Wirausaha pada hakikatnya adalah suatu kegiatan menciptakan
ide-ide baru dalam bisnis. Wirausaha sebagai pemilik dan pengurus suatu
bisnis atau badan usaha, perlu memiliki kemampuan mengelola usahanya.
Wirausaha harus mampu menguasai prinsip-prinsip dasar ilmu manajemen
dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam mengelola usaha atau
bisnisnya. Adapun beberapa karakteristik Wirausaha yang berhasil di
dalam usahanya harus mempunyai sifat-sifat karakteristik sebagai
berikut :
a.
Wirausaha harus bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Wirausaha mampu bekerja keras dan disiplin
c.
Wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada
orang-orang kepercayaannya.
d. Wirausaha tidak selalu mengutamakan kekayaannya
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
e.
Wirausaha bertanggungjawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak
dicapai dalam bisnisnya.
f.
Wirausaha mempunyai visi keinginannya terhadap masa depan pribadi
dan bisnisnya.
g. Wirausaha, penuh perhatian dan tanggungjawab dalam menjalankan
usahanya.
h. Wirausaha tidak mau menyerah walaupun dihadapkan pada rintangan
yang sulit untuk dapat diatasi.
i. Wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci
j. Wirausaha bukanlah seorang pekerja lambat.
k. Wirausaha membuat keputusan secara cepat dengan penuh
perhitungan dan tingkat resiko
l. Wirausaha sangat serius di dalam melaksanakan bisnisnya
m. Wirausaha sangat mencintai pekerjaan bisnisnya dan mencintai produk
yang dihasilkannya
n.
Wirausaha akan langsung menindak lanjuti setiap keputusan yang
dibuatnya.
Wirausaha yang memiliki kepribadian seringkali berhasil dalam
menjalankan usahanya. Wirausaha yang fisiknya tidak meyakinkan,
biasanya tidak menarik. Tetapi setelah dia berbicara, rasanya tersimpan
suatu daya tarik tersendiri.
Menurut Zimmerer, karakteristik Wirausaha yang sukses adalah
sebagai berikut :
a.
Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya
b. Mau bertanggungjawab
c.
Adanya minat dalam kewirausahaan pada dirinya
d. Adanya peluang untuk mencapai obsesi
e.
Toleransi menghadapi risiko kebimbangan
f.
Yakin pada dirinya
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
g. Kreatif dan fleksibel
h. Ingin memperoleh balikan segera
i. Sangat energik
j. Motivasi untuk lebih unggul
k. Berorientasi ke masa depan
l. Mau belajar dari kegagalan
m. Berkemampuan tinggi dalam memimpin.
Karakteristik wirusaha akan terlihat dan berkembang melalui ilmu
pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari hasil
interaksi dengan lingkungannya. Karakteristik Wirausaha yang perlu
dikembangkan, diantaranya :
a. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Mau bekerja keras
c. Mau disiplin dan mengembangkan disiplin
d. Sifat dan watak kepribadian
e. Kejujuran dan tanggungjawab
f. Berkeyakinan kuat
g. Ketahanan fisik dan sikap mental
h. Berkemauan keras
i. Kesabaran dan ketabahan
H. Leibenstein menjelaskan bahwa Wirausaha yang memiliki
karakteristik adalah :
a. Mampu menggandengkan peluang-peluang besar.
b. Mampu memperbaiki kelemahan-kelemahan pasar.
Dari penjelasan materi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa
Wirausaha yang sukses itu salah satu kuncinya adalah harus mempunyai
nuansa karakteristik yang baik, positif, menarik dan simpatik. Keinginan
mau bekerja keras dan ada prestasi yang diukur dengan jelas
menunjukkan keberhasilan.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. MENGGALI WIRAUSAHA DALAM BISNIS
Analisa ini meliputi identifikasi dan evaluasi pengaruh luar yang
tidak dapat dikendalikan, pelanggan dan persaingan serta kemampuan
perusahaan dalam menentukan peluang, ancaman, kekuatan dan
kelemahan. Kondisi ini sebagai bahan informasi mengembangkan strategi
bisnis dalam menganalisis peluang pasar (Market opportunity analysis).
Bygreve (1996) mengungkapkan peluang pasar adalah suatu situasi
beradanya kombinasi dari faktor-faktor yang menciptakan potensi untuk
menjual produk atau jasa perusahaan. Kondisi ini menempatkan posisi
strategi wirausaha dalam bisnis yang meliputi aspek :
4. Memilih proses menjadi tahap logis untuk memudahkan pengendalian
dan analisis
5. Memperhitungkan aspek nyata, yang memberikan hasil yang berbeda,
sebagai akibat penilaian, pemilihan atau kesempatan
6. Tingkat toleransi yang mengakui adanya proses fenomena ril yang
berdasarkan rentang kinerja
Untuk itu wirausaha berusaha mengumpulkan informasi dari
berbagai sumber sebagai bahan membentuk gambaran sifat dan
keberadaan peluang pasar. Pendekatan ini dilakukan mampu
menggambarkan :
1.Identifikasi faktor lingkungan bisnis
a. kondisi dan kecenderungan perekonomian
b. situasi dan kecenderungan hukum dan peraturan
c. penempatan posisi dan dan kecenderungan teknologi
d. perubahan sosial yang relevan
e. kelamahan dan kemampuan lingkungan alam
2.Jenis dan industri dan pandangan mengenainya
a. Jenis industri
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
b. Ukuran sekarang dan 5 tahun mendatang
c. Praktek pemasaran di industri dan bisnis
d. Kecenderungan yang utama
e. Implikasi terhadap peluang
3. Analisis peluang utama
a. Deskripsi produk
b. Penempatan posisi pasar
c. Praktek pasar (distribusi, harga, promosi, pelayanan)
d. Perkiraan pangsa pasar
e. Reaksi terhadap pesaing
f. Implikasi terhadap peluang
4. Menciptakan profil pasar sasaran
a. Tingkatan dalam kebutuhan umum, jenis produk, merek
b. Fokus pemakai akhir
c. Profil pelanggan sasaran
d. Implikasi terhadap peluang
5. Susunan proyeksi penjualan
a. pendekatan formal dan atau intuitif
b. dijalankan atau tidak dijalankan
Untuk itu kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui :
1. Hasil pengamatan yang mendalam
2. Hasil riset
3. Pendapat dari para ahli
4. Pendapat para praktisi
c. Rangkuman
Wirausaha adalah orang yang mengorganisasi dan mengarahkan
usaha baru. Wirausaha berani mengambil risiko yang terkait dengan
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
proses memulai usahanya. Beberapa Wirausaha dapat terlahir dalam
suatu seni dengan mulai membuka kedai nasi, kios rokok, bengkel sepeda,
dan akhirnya terus berkembang menjadi besar dan sukses. Kebanyakan
dari mereka yang belajar menjadi Wirausaha, selalu mengikuti dan
mempelajari keberhasilan para Wirausaha yang berpengalaman. Mungkin
mereka telah mengagumi keberhasilan seseorang, kerabat, kawan, atau
dari orang tua.
Kegiatan ekonomi terus tumbuh dan berkembang. Kondisi ini
menyebabkan setiap orang berusaha mengembangkan diri dengan
kompetensi yang dimiliki untuk mengembangkan ide dan meraih peluang
yang terukur dan tingkat prestasi tertentu pula. Oleh karena itu ribuan
perusahan didirikan orang untuk mengembangkan diri. Perusahaan itu ada
yang bertahan dan berhasil, serta ada pula yang mengalami kegagalan.
Ada yang berkembang dan berhasil karena perusahaan tersebut dikelola
oleh wiausahawan yang berpengalaman dan tahu apa yang sedang
dilakukannya. Bakat seorang Wirausaha akan bertambah dan berkembang
berkat pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari
hasil interaksi dengan lingkungan.
d. Tugas
Cobalah Inventarisasi jenis-jenis pekerjaan yang anda kenal dan uraikan
masing-masing jenis pekerjaan tersebut.
e. Evaluasi
A. Instrumen Penilaian
1. Jelaskan Karakteristik Wirausaha perlu dikembangkan dengan baik ?
2. Jelaskan perlunya siswa SMK ikut bekerja dalam kegiatan Wirausaha
(magang) ?
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
3. Uraikan bahwa wirausaha melakukan tindakan yang baik adalah
membuat perencanaan dan catatan yang telah dikerjakan ?
Kunci Jawaban :
1. Karakteristik wirusaha akan terlihat dan berkembang melalui ilmu
pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh dari hasil
interaksi dengan lingkungannya. Karakteristik Wirausaha yang perlu
dikembangkan, diantaranya :
a. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Mau bekerja keras
c. Mau disiplin dan mengembangkan disiplin
d. Sifat dan watak kepribadian
e. Kejujuran dan tanggungjawab
f. Berkeyakinan kuat
g. Ketahanan fisik dan sikap mental
h. Berkemauan keras
i. Kesabaran dan ketabahan
H. Leibenstein menjelaskan bahwa Wirausaha yang memiliki
karakteristik adalah :
a. Mampu menggandengkan peluang-peluang besar.
b. Mampu memperbaiki kelemahan-kelemahan pasar.
4. Setelah selesai ikut bekerja dalam kegiatan Wirausaha (magang),
para siswa SMK diharapkan akan mempunyai kepribadian yang kuat,
sebagai berikut :
c. Memiliki semangat kerja keras
d. Mampu mengembangkan ide dengan baik
e. Memiliki sikap mental berwirausaha
f. Memiliki moral yang tinggi
g. Memiliki keterampilan berwirausaha
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
h.
Memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan
i.
Mengembangkan terus menerus meraih meraih dan
mengembangkan peluang
j.
Memiliki keinginan berprestasi.
2.
Tentu tindakan yang baik adalah membuat perencanaan dan catatan
yang akan dan telah dikerjakan siswa untuk kegiatan magang.
Membuat catatan kegiatan wirausaha dan menyusun laporannya
sangat penting, serta dapat dipresentasikan. Pelaksanaan
mempresentasikan catatan kegiatan wirausawan, dapat dirumuskan
dalam bentuk tertulis. Adapun catatan-catatan kegiatan wirausaha
adalah mengenai keberhasilan dan kegagalannya serta
permasalahannya, sehingga catatan tersebut menjadi bahan evaluasi
keberhasilan yang telah dibuat.
3.
Membuat catatan kegiatan Wirausaha, diantaranya meliputi :
a. Kegiatan-kegiatan jual beli dalam bisnis dan perdagangan;
b. Kegiatan-kegiatan dalam bidang geodesi
c. Kegiatan-kegiatan utang piutang;
d. Kegiatan-kegiatan kerja dalam pabrik
diberbagai macam barang
dan jasa;
e. Kegiatan-kegiatan dalam bangunan
f. Kegiatan-kegiatan dalam pengawasan kerja;
g. Kegiatan-kegiatan promosi dagang atau bisnis;
h. Kegiatan-kegiatan dalam bidang arsitektur dan sipil;
i.
Kegiatan-kegiatan proses produksi;
j.
Kegiatan-kegiatan pendistribusian produk;
k.
Kegiatan-kegiatan transportasi
l.
Kegiatan-kegiatan bidang pariwisata.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Dari penjelasan materi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa
Wirausaha yang sukses itu salah satu kuncinya adalah harus mempunyai
nuansa karakteristik yang baik, positif, menarik dan simpatik. Keinginan
mau bekerja keras dan ada prestasi yang diukur dengan jelas
menunjukkan keberhasilan.
Cocoklah hasil jawaban anda dengan kunci jawaban tes formatif 9 yang
ada di bagian belakang modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan anda terhadap materi modul 9.
Rumus :
Jumlahjawabanbenar
Tingkat penguasaan = ×X100%
100
Arti tingkat penguasaan yang dicapai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = sedang
- 69% = kurang
Kalau mencapai tingkat penguasaan 80% ke atas, Anda dapat
meneruskan dengan modul seloanjutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan
masih di bawah 80% maka harus mengulangi kegiatan belajar modul 9.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
BAB III
P E N U T U P
Modul ini berusaha mengungkapkan bagaimana mengembangkan
ide menjalankan usaha terus berkembang dan meraih, mencari,
menciptakan peluang dalam mengembangkan kewirausahaan yang harus
dimiliki sukses. Setiap orang memiliki ide dan peluang yang tidak terbatas.
Tapi tidak semua ide dan peluang terus menerus diasah bagi setiap orang,
sehingga hilang tidak berguna.
Hal-hal mengembangkan ide dan menciptakan peluang sebuah
keharusan tidak bisa dihindari. Sebab ide adalah keberhasilan dan peluang
adalah kerja keras. Akhirnya sinergi ide dan peluang adalah keberlanjutan
usaha. Akhirnya tindakan ini sebagai langkah wirausaha memiliki bekal
untuk merencanakan pengelolaan Usaha Kecil dengan langkah dan
memahami menganalisis peluang usaha. Ide dan peuang dalam bisnis
dapat terjadi dalam semua aspek kehidupan masyarakat dalam
menjalankan kegiatan ekonominya.
Akhirnya modul ini dilanjutkan pada tingkat penguasaan 80% bila
tidak tercapai dilakukan kegiatan remedial. Untuk itu langkah melakukan
baca ulang modul ini menjadi syarat mutlak untuk mengikuti modul
selanjutnya.
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
DAFTAR PUSTAKA
Bygrave, William D., 1996, The Portable MBA; Entrepreneurship,
terjm. Dyah Ratna Permatasari, Binarupa Aksara, Jakarta
Meredith, Geoffrey G., Et. Al., 2000, Kewirausahaan; Teori dan
Praktek, terjm. Andre Asparsayogi, Pustaka Binaman
Pressindo, Jakarta
Suryana,2003, Kewirausahaan,; Pedoman praktis, Kiat dan Proses
Menuju Sukses, Salemba Empat, Bandung
Joe Setyawan, 1994, Strategi efektif berwirausaha; mencakup studi
kelayakan usaha, Gramedia, Jakarta
Ating Tedjasutisna, 2004, Memahami kewirausahaan, SMK; untuk
semua bidang keahlian, Armico, Bandung
M. Tohar, 2000, Membuka Usaha Kecil, Kanisius, Jakarta
Rusman Hakim, 1998, Kiat sukses berwiraswasta; mengatasi krisis
etika dan krisis motivasi, Gramedia, Jakarta
M.J.Morris, 1995, Usaha kecil yang berhasil; bagaimana
mempersiapkannya, Arcan, Jakarta
Kusmini Adiputro, Umi Nur Rochjati, Setyo Ferry Wibowo, 2001,
Kewirausahaan untuk tingkat 1 SMK, Yudhistira,
Jakarta
Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz, 2002, Kewirausahaan;
suatu pendekatan kontemporer, UPP AMP YKPN,
Yogyakarta
Kusmini
Adiputro, Umi Nur Rochjati, Setyo Ferry Wibowo, 2001,
Kewirausahaan untuk tingkat 3 SMK, Yudhistira,
Jakarta
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Modul 9, Kiat Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Langganan:
Komentar (Atom)
